Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh ke sungai. Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Peri muncul. “Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh ke sungai. Lalu Peri menghilang kedalam sungai dan muncul kembali membawa kapak emas. “Apakah ini kapakmu?” “Bukan, Peri ” Lalu Peri muncul kembali membawa kapak perak. “Apakah ini kapakmu?” “Bukan, Peri ” Lalu Peri mengeluarkan sebuah kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi “Apakah ini kapakmu?”
“Ya, Peri, benar ini kapak saya” “Kamu orang jujur, karena itu aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu” Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang dengan gembira.
Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut. Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Peri muncul. “Mengapa kamu menangis?” “Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Peri”
Lalu Peri menghilang ke dalam sungai dan muncul kembali dengan membawa aktris cantik dari Hollywood. “Apakah ini istrimu?” “Ya, Peri” Mendengar jawaban si penebang kayu, Peri menjadi marah dan berkata “Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu? ” Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, “Peri, seandainya saya tadi menjawab tidak, Peri akan kembali dengan membawa artis dari Bollywood, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Peri akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab, iya, Peri akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya. “Saya ini orang miskin, Peri. Tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri…”.
—
Tulisan diatas merupakan saduran dari wizzley.com dan posting dari di sebuah blog milik Dedy Susanto.
Sang penulis, Dedy Susanto, menyimpulkan bahwa “lelaki berbohong itu demi kebahagiaan orang lain”. Saya sendiri bertanya “bagaimana jika lelaki itu tidak miskin” dan menyimpulkan “mungkin ceritanya akan berbeda”.
Sumber gambar : http://jkyog.org
Riza-Arief Putranto, 6 Februari 2013.
wasyem!! kocak mas! haha
Wah makasih mas kukuh sudah mampir, lumayan bikin tertawa ya
Kocak nih cerita….. mohon ijin cerita ke temen-temen pas ngumpul ya, mas….