Mungkin itulah pepatah terbaik yang menggambarkan bahwa jumlah tidak dapat disetarakan dengan dominasi. Jika menilik dari statistik populasi dunia, hanya 2 dari 10 negara dengan populasi terbesar di dunia ini yang sanggup mengalahkan pepatah diatas. Sisanya, belum diperhitungkan secara matang (Wikipedia, 2011). Cina dan Amerika Serikat berada di garis depan dalam hal kemajuan teknologi dan humanitarianisme dengan mengesampingkan segala permasalahan politik yang ada. India, Indonesia dan Brazil tampaknya masih jauh untuk mengejar kedua negara yang sepertinya sedang menaiki ten second race car itu.
Di dalam apartemen sederhana ini, saya memandang keluar jendela dan mengamati lalu lalang kendaraan yang melintas. Lampu kerlap-kerlip dan hiruk pikuk kota yang terhirup tersebut membuat saya berfikir. Benarkah dunia kita ini ditinggali oleh sebanyak 7 milyar manusia ? Bahkan diprediksikan pada tahun 2045, dunia ini akan dijejali sebanyak 9 milyar manusia (National Geographic, 2011). Dikatakan bahwa ketika saya mengetik tulisan ini selama 1 detik, maka 5 bayi lahir ke dunia dan 2 orang meninggal dunia. Dan, ketika saya menyelesaikan paragraf kedua ini 167 orang telah bertambah ke dalam populasi kita.
Setiap makhluk hidup memerlukan ruang lega, jarak, atau apapun kita menyebutnya





