“Rocker juga manusia”. Sebuah kalimat yang menjadi tren dikumandangkan sebuah grup band tanah air asal Bandung beberapa tahun yang lalu. Kalimat yang menjadi guyonan atau bahkan candaan diantara kawan dan sahabat. Tapi siapa mengira bahwa kalimat tersebut ternyata memiliki makna yang dalam. Setidaknya begitulah saya berfilosofi.
Sejak Senin kemarin, libur sekolah termasuk Universitas telah dimulai. Di Cité (apartemen pelajar) tempat saya tinggal, hanya tampak beberapa cahaya dari kamar sebuah gedung yang ditinggali 118 orang. Tempat parkir yang biasanya sesak dengan mobil kini lengang. Hampir semua pelajar merencanakan liburan akhir tahun mereka. Terlihat betapa sepinya pusat kota Montpellier. Tidak ada lagi antrian di kantor pos. Tidak terlihat jejalnya manusia di dalam Tram.




