Yang membelakangi latar (alias latar belakang)
“Cerita dibawah ini fiksi belaka, tetapi jika ingin dipercaya silahkan” – kalimat yang selalu saya dengar dari kakek saya ketika beliau selalu meninabobokan ketika saya masih kecil. Dengan berangkat dari kalimat tersebut, saya hendak membawa para pembaca ke dunia fiksi dimana setting tempatnya merupakan kota kecil di Selatan Perancis, bernama Montpellier.
Siapa tidak mengenal Perancis dengan ibukota Paris-nya ? Rasanya hampir semua orang pernah minimal mendengar Paris yang tekenal dengan Tour Eiffel, Arc de Triomphe dan Champs Elysées-nya. Namun, Montpellier ? Kota sederhana di selatan Perancis ini tidak banyak orang mengenalnya. Pelafalan nama kota itu sendiri yang lumayan belibet menambah kerumitan untuk mengingat. Ibunda saya sendiri selalu salah jika harus menyebutkan kota dimana anaknya tinggal saat ini. Akan tetapi, di mata orang Perancis, Montpellier yang memiliki semboyan « La ville où le soleil ne se couche jamais » merupakan salah satu dari kota-kota di Côte d’Azur yang menjadi tujuan wisata. Semua dikarenakan matahari yang boleh dikatakan menyinari kota-kota tersebut sepanjang tahun.
Dalam tatanan pemerintahan Perancis, Montpellier sendiri merupakan ibukota dari Région Languedoc-Roussillon (semacam provinsi) dan termasuk dalam Département Hérault (semacam Kabupaten). Silahkan menengok peta. Read the rest of this entry »
43.608502
3.879209