‘Hidup itu deritanya tiada akhir’. Sebuah artikel yang pernah saya baca menuliskan seperti itu. Dan, kalimat tersebut bukan merupakan kalimat saduran dari Thi Phat Kay (Sebuah cerita Sun Go Kong dan Perjalanan ke Barat Mencari Kitab Suci).
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia, mungkin kita sering mengeluhkan mengenai hidup. Berandai-andai menjadi orang lain, mengidamkan apabila kehidupan kita seperti yang dimiliki orang lain. Kita mungkin selalu merasa memiliki beban hidup yang berlebih dibanding yang lain. Pada intinya, manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Bahkan, praduga di dalam pikiran sempit tersebut, semakin dipertajam manakala kita sedang berada dalam kondisi sulit. Itu sebabnya, kita terkadang merasa selalu berbuat kesalahan.
Sesungguhnya, kesan kita terhadap yang lain terkadang menipu. ‘Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau’. Kita mengira bahwa mereka yang berada di sekeliling kita sepertinya selalu berbahagia, tidak mendapatkan masalah. Namun, kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di dalam pikiran mereka, apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi entah itu masalah keluarga, kantor, cinta, sosial, keuangan dan lain sebagainya.




