*Sebuah Celotehan Anak Manusia*
Tidak ingin rasanya membawa-bawa Siti Nurhaliza ke dalam ini. Menemukan bahwa namanya telihat harmonis dengan judul diatas, saya semerta-merta memasukkannya. Mohon maafkan saya, Mbak Siti Nurhaliza, tiada bermaksud awak ini mengundang.
Beruntungnya saya malam ini, mengoceh sendiri di depan kanvas putih ini, sembari ditemani chat box seorang kawan, foto Mbak Siti Nurhaliza, wallpaper buaya, dan segelas kopi hangat. Izinkan saya mengoceh tentang cinta (bersamaan dengan saya mengumumkan tema ini, entah kenapa terdengar suara gemuruh). Usut demi usut, ternyata tetangga atas saya yang berbobot 120kg terpeleset, sungguh kasihan.




