MONTPELLIER, ICI, L’ANNEE PRECEDENTE

(Montpellier, disini, setahun kemarin)

 Montpellier, 5 September 2008.

 Keadaan kota ini terasa asing. Mulutku terkatup rapat, dan hatiku berdegup kencang. Ini adalah kali pertama, aku menginjakkan kaki di Negeri Paman Bonaparte. Aku berada di Rue Foch, yang terletak di Centre Ville (pusat kota) menghadap ke arah Arc de Triomphe (seperti yang terdapat di Paris). Di tengah jalan ini, aku melihat ke depan, dan terkesima dengan arsitektur bangunan kota ini yang kuno, kokoh dan indah. Bersama dua rekan pelajar Indonesia, kami menjelajahi daerah Jardin de Peyrou selayaknya para pujangga desa mencoba menyanyikan syair di kota besar.

Arc de Triomphe

 Montpellier, 5 September 2009.

 Aku merasa mengenal kota ini. Kulangkahkan kakiku menuju titik temu, dimana setahun kemarin, aku “si anak desa”, mencoba untuk menguji nyali di negeri orang. Aku tersenyum. Teringat bahwa setahun kemarin keadaan berbeda. Kali ini, aku kembali ke tempat yang sama pada hari yang sama. Hanya untuk mengingatkan diriku bahwa perjalanan belum usai. Etape kedua, telah disiapkan, jalur telah diamankan dan bendera siap dikibarkan. Kuarahkan kameraku kepada saksi-saksi bisu. Dan, mereka memberikan jawaban melalui gambar-gambar yang tertangkap.

Arc de Triomphe 2

 Sekilas info….

 La Porte du Peyrou adalah monumen bersejarah berbentuk busur yang melambangkan kemenangan di Montpellier. Arc de triomphe ini terletak di sebelah timur Jardin de Peyrou, sebuah taman di dekat pusat kota. Arc tersebut didesain oleh François Dorbay, yang dibuat mirip dengan La Porte de Saint-denis di Paris. Konstruksinya diselesaikan pada tahun 1693, dengan ornamen di bagian atas yang menandakan kemenangan perang. Sebuah panel tulisan yang mengagungkan Raja Lous XIV ditambahkan pada tahun 1715.

 —

Riza-Arief Putranto, 5 September 2009. Nostalgila…

Berikut juga ditampilkan, foto-foto Katedral Saint Pierre yang berada di dekat Jardin de Peyrou :

Faculté de Médicine

— Fakultas Kedokteran, salah satu yang tertua di dunia

Jam Matahari di dinding

— Jam matahari di dinding Fakultas Kedokteran

Cathédrale de St. Pierre

— Puncak Katedral Saint Pierre

Chatédrale Saint Pierre 2

— Seorang kawan, Ruwadi, berada di kaki pilar Katedral

Putranto0028

— Pintu Katedral

Putranto0029

— Pilar Katedral

Putranto0030a

— Dinding samping Katedral Saint Pierre

4 thoughts on “MONTPELLIER, ICI, L’ANNEE PRECEDENTE

  1. Za, fotonya bagus banget.. Langit biru yang jarang kita temui di Indonesia. Aku tertarik ni dengan bangunannya, gede sekali ya.. ehm tahun depan anterin ke sana ya *ngarep dot com deh*, pengen lihat aslinya seperti apa. terutama struktur bangunannya. apalagi liat detail jointnya, pasti keren banget deh. can’t wait to see it next year *lebay banget ya :)*

  2. Makasih :)) Memang, langit biru ini yang menarik wisatawan datang ke selatan, entah Montpellier, Perpignan, Nîmes, atau Marseille.. Yup, silahkan aja kalo tahun depan kesini.. pasti kuantar keliling Montpellier.. semoga ada waktu..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s