SAYA TIDAK TAHU HARUS MENULIS APA

Saya tidak tahu harus menulis apa. Setelah beberapa minggu tanpa ide, saya masih terpenjara dalam keadaan tanpa ide. Saya kemudian berfikir, apakah ketiadaan ide saya untuk menulis, lebih dikarenakan tidak ada hal spesial yang terjadi pada diri saya , entah itu hal baik atau buruk ?

Saya rasa tidak demikian adanya. Bahwasanya, beberapa pekan kemarin, saya pernah menerima dengan telak sebuah bogem mentah dari seorang pria perancis tanpa tedeng aling-aling (istilah orang Jawa : tanpa pemberitahuan), itu adalah sebuah hal boleh dikatakan spesial yang terjadi pada saya. Namun jemari ini enggan berpijak dan menari-nari diatas keyboard untuk menggubahnya laksana puisi jalanan perayu malam. Selepas dari itu, mata saya baik-baik saja, sedikit lebam dan kehilangan kemampuan melihat selama 2 hari, setelah itu, aktivitas kembali berputar.

Saya mencoba untuk mencari ide dengan berkunjung kepada chatbox kawan-kawan baik yang saya anggap memiliki kemampuan diatas rata-rata dalam menggoyang otak ini untuk memunculkan sebuah ide. Sebagian berujar, meminta saya untuk bercerita mengenai kehidupan belajar di Perancis. Ide itu langsung saya coret, mengingat bahwa, tahun lalu, saya sudah “berkeluh kesah” sebanyak mungkin yang saya ingat, di halaman facebook ini.

Disisi lain, kegemaran saya dalam berfoto, lebih merepresentasikan cerita mengenai kehidupan di perancis. Sebagian lain menginginkan saya untuk menulis mengenai perkembangan penelitian di perancis. Ide ini juga saya tolak mentah-mentah, karena facebook menurut saya bukan merupakan wahana yang tepat untuk berbagi cerita mengenai penelitian di perancis, yang saya yakin akan mengurangi minat pembaca.

Saya tidak ingin memaksakan diri untuk menulis sesuatu tanpa mengetahui juntrungannya. Pada akhirnya, saya berdiam diri, dan memposisikan diri menjadi pengamat, mereka (kawan-kawan baik saya) yang sangat rajin menulis. Kesemua tulisan tersebut luar biasa, baik isi maupun ide yang mereka tuangkan. Beberapa malah men-tag saya supaya saya membaca artikel mereka. Saya tersanjung, dan merasa tertantang untuk menuliskan sesuatu. Tapi apa?

Kenapa saya “ngotot” begini untuk menulis? Seolah-olah tulisan adalah sesuatu yang sangat penting. Tapi ya, menurut saya, ini penting karena menulis adalah sebuah bentuk ekspresi lain dari sebuah pribadi yang berfikir. Kenapa saya bilang begitu? Saya pernah mengingat sebuah kalimat, bahwasanya sebuah gambar (foto) mampu memunculkan interpretasi yang berbeda bagi mereka yang melihatnya. Singkat kata, pictures tell more than words. Tetapi, menulis tidaklah buruk. Menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat juga merupakan seni tersendiri yang tidak mudah dilakukan. Betapa repotnya seorang mahasiswa menulis naskah skripsi, tesis, atau disertasi, membuktikan bahwa menyusun kata-kata, dengan kerangka berfikir logik adalah bukti tersendiri.

Pada akhirnya, ketika saya masih berputar-putar mencari ide, saya teringat sebuah kalimat lama, yang masuk dalam list wise words saya (hehe, saya punya list panjang dalam bentuk words, kata-kata bijak penyemangat ^^), bahwa “terkadang kita mencari terlalu jauh apa yang kita cari, terkadang apa yang kita butuhkan ada di sekeliling..”. Sejenak saya tersadar, dan akhirnya ide itu muncul, yaitu dengan menuliskan saja kenapa saya kesulitan menulis. Saya langsung membuat sebuah judul, sebagaimana terbaca diatas, “Saya tidak tahu harus menulis apa”.

Alhamdulillah.. saya mendapatkan sebuah ide untuk menulis. Awal yang bagus ^^

Riza-Arief Putranto, 23 Desember 2009. Saya tidak tahu harus menulis apa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s