TAKKAN LARI PROFESSORKU KUKEJAR

Cerita ini langsung masuk klimaks, ups, tanpa foreplay. Sebagaimana tercantum dalam judul yang mencerminkan isi artikel singkat ini.

Yak, saya sedang mengejar professor saya. Tunggu dulu, bukan dalam arti yang sebenarnya. Tentu saja, dia akan kalah jika harus berlomba lari dengan saya. Tunggu lagi ! Professor saya masih muda lho, berusia sekitar 35-an. Tapi, saya akan tetap menang jika harus lomba lari dengannya, hehe, karena dia tidak suka berlari. Ups, kembali ke topik !

Sudah semenjak minggu kemarin, saya mencarinya, memikirkannya, halah, semua dengan maksud untuk meminta tanda tangannya. Seperti terjadi dimanapun, birokrasi dan administrasi selalu sedikit banyak berbelit-belit. Tapi, saya tidak akan membahas itu, semua orang sudah faham.

Adalah, kesempatan yang ingin saya kemukakan. Kenapa? Saya berfikir, sejak dulu-lah ya, bahwasanya ketika kita “tidak membutuhkan” (dalam artian terbatas) seseorang (dalam hal ini professor saya), saya dengan mudah bisa menemukannya. Berpapasan ketika jam makan siang, bertukar rokok ketika bergabung dengannya di bawah bureau-nya, bersapa ketika tanpa sengaja bertabrakan dengannya. TETAPI? Ketika saya benar-benar membutuhkannya, hmm hmm, dua kali hmm lagi, saya kesulitan untuk mendapatkannya (terjemahan dari bahasa perancis : j’ai la difficulté de l’avoir).

Padahal, saya membutuhkan kertas administrasi saya segera ditanda tangani beliau. Beberapa kali telpon ke ruangannya, dia selalu tidak ada. Dan, ketika saya sibuk di lab, poof ! Tiba-tiba dia online, cengengas cengenges. Ho hoii, ada apakah ini? Benar-benar, kata orang Jawa, urung jodone ketemu. Tapi, tapi, tapi, saya tidak peduli dengan jodoh ini, wong saya butuh ketemu dia segera kok.

Alhasil, ikhtiar berlanjut. Saya hubungi rekan-rekan sekelas saya yang kebetulan sedang bimbingan sama beliau (ceritanya kami sedang magang ini). Anyway, saya sendiri magang di lab lain, agak jauh dari fakultas, kalo mbrangkang (red. merangkak) bisa besoknya baru sampai.

Jadi,

Teman-teman mayaku yang budiman ! Mohon doa restu supaya saya bisa “berjodoh” dengan professor saya. YOOSSS !

— beginilah gaya saya mengejar prof saya —

Riza-Arief Putranto, 14 Januari 2010. Kemana dikau prof-ku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s