WHAT ARE YOU WAITING FOR

Sudah semenjak dua hari kemarin, jaringan internet di Cité-cité Montpellier mengalami gangguan. Rasanya, aku sudah terbiasa dengan gangguan seperti ini, hanya saja belum pernah hingga akhir pekan seperti ini. Sehingga, aku hanya menghabiskan hari dengan duduk, melamun, membaca, merokok dan sebagainya.

Kemudian, hari minggu siang ini, bosan menyerungkup tengkuk dan  membuatku ingin beranjak dari kamarku yang hangat. Tanpa berfikir panjang, aku memberanikan diri untuk melangkah keluar, ke udara dingin yang menyeringai dan ingin “menyiksa”ku sebentar. Aku tidak memiliki tujuan, juga bukan karena tidak mood. Mood-ku baik-baik saja. Hanya saja, terdorong oleh insting dan keluar menikmati minggu siang di Montpellier. Sebagaimana sudah lama tidak kulakukan, bahkan aku lupa kapan terakhir menikmati hari seperti ini.

— beginilah ilustrasi menunggu itu —

Tram membawaku ke sebuah tempat yang sangat familiar, tentu saja, Gare St. Roch de Montpellier. Aku sendiri sudah beratus kali mungkin menyanggahi tempat ini, tapi siang ini semua terasa berbeda. Ditemani oleh musik-musik jazz di telingaku, aku mencoba untuk lebih memperhatikan sekelilingku. Mencoba untuk mengamati.

Aku melihat…

Mereka yang sibuk berlari mengejar jadwal kereta TGV. Seorang ibu tua yang selalu melihat ke jam tangannya yang sudah uzur, seraya memperhatikan papan pengumuman jadwal kereta. Seorang ayah yang menggandeng anaknya, seraya menunggu jalur kereta mereka diumumkan. Segerombolan anak muda yang merokok dan bersantai, seraya memperhatikan tiket mereka.

Aku melepas headset dan mencoba mendengar.

Aku mendengar…

Seorang pemuda dengan kekasihnya yang kesal karena jadwal kereta mereka tertunda. Seorang wanita cantik menggerutu karena kekasihnya tak kunjung menjemput. Sekelompok warga asing yang kebingungan, dan berbicara bahasa ibu mereka seraya membolak-balik peta kota Montpellier. Mereka mencari lokasi hotel mereka berada dan menunggu guide mereka. Seorang ayah yang menelpon keluarganya dari balik kios tiket, dan berujar bahwa dia sedang menunggu giliran mendapatkan taksi.

Dari semua itu, aku memahami sebuah makna. Mereka semua sedang menunggu sesuatu, entah jadwal kereta mereka, entah seseorang yang akan datang menjemput, atau menunggu giliran mendapatkan taksi.

Lalu, sejenak aku keluar dari kotak. Benar adanya, bahwa kita semua dalam arti harfiah, memang sedang menunggu. Kita adalah makhluk penunggu. Semua orang menunggu sesuatu dalam hidup mereka.

Beberapa diantara kita, menunggu kapankah cinta sejati mereka datang. Beberapa masih berharap cemas apakah mereka akan berhasil dalam studi dan pekerjaan. Beberapa yang lain masih menunggu apakah mereka bisa sembuh dari sakitnya. Semua orang menunggu apakah rencana mereka akan berjalan dengan baik.

Namun terkadang, kita mendapatkan jadwal kita tertunda atau kereta kita dialihkan. Jika demikian, bukan berarti kita tidak boleh pergi, atau tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Hanya saja, terkadang memang belum tiba saatnya. Terkadang, kita memaksakan antrian, untuk menerobos dan segera beranjak. Tetapi, terkadang, itu malah membuat kita menunggu lebih lama.

Kita harus bersabar dalam menunggu apapun itu wahai kawan. I’m waiting for something also, and you, my friends, what are you waiting for then?

Riza-Arief Putranto, 17 Januari 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s