PEKERJAAN SEORANG ILMUWAN

Sejak dua hari terakhir, entah kenapa saya mendapatkan kondisi saya tidak begitu “sehat”. Boleh dibilang begitu. Sebut saja, ketidakpastian dalam rencana-rencana yang saya buat-lah sumber utama “ketidaksehatan” itu. Semua ini terkait dengan pekerjaan saya sebagai ilmuwan. Semua orang, saya rasa, dalam pekerjaan mereka terkadang mengalami yang disebut momen-momen “ketidakpastian”. Dan, itu, merupakan satu dari lain hal yang kudu diatasi atau minimal dikendalikan.

Saya memulai tulisan ini dengan sebuah paragraf “semi-curhat”, tapi saya rasa semua kejadian itu memiliki hubungan satu sama lain. Saya sedari pagi masih berada di kondisi tidak pasti, setelah saya berbagi dengan mereka yang terdekat semalam. Namun, pengalaman dunia kerja dan keprofesionalitasan yang saya usung, mendorong saya untuk bersemangat dan memisahkan antara perkara pribadi dan pekerjaan.


— gambaran seorang ilmuwan —

Siang ini, saya dijadwalkan makan siang dengan supervisor saya, yang kebetulan tidak membawa bekal dari rumah. Dia biasanya membawa setiap harinya kecuali hari rabu, entah kenapa. Katanya hari sakral untuk tidak memasak. Baiklah! Bersama seorang student lain, kami bertiga makan siang sembari berdiskusi. Ada satu topik yang membuat saya, berfikir dan sedikit banyak membuat semangat saya terpompa.

Topik pembicaraan itu adalah mengenai pekerjaan seorang ilmuwan.

Saya mulai dengan sebuah kalimat : “Pekerjaan menjadi ilmuwan itu hanya memiliki sang ilmuwan sendiri dan gaji, tidak lebih tidak kurang”. Apa maksud kalimat tersebut? Saya menangkap, bahwa pekerjaan menjadi seorang ilmuwan itu tidak lebih dan tidak kurang sama dengan pekerjaan lainnya. Mereka bergaji bulanan, itu saja. Tetapi terkadang kita melihat beberapa ilmuwan (dlm bidang apapun) terlihat memiliki sesuatu yang lebih dari yang lain. Kita berfikir bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan yang hebat, rumit dan membutuhkan pengorbanan diri yang tinggi. Tetapi menurut saya, tidak ada bedanya dengan pekerjaan lain.

Tapi, apa yang diungkapkan supervisor saya, adalah, bagaimana seorang ilmuwan itu tidak hanya “dia dan gaji bulanannya”. Apa lagi artinya ini? Saya memahami, bahwa “keistimewaan” seorang ilmuwan terletak pada kemampuan masing-masing individu ilmuwan tersebut untuk mengusung sebuah tema penelitian (keilmuan), dan memberikan sumbangan pengetahuan inovatif. Saya diberikan sebuah nasehat olehnya, bahwasanya sangat penting bagi ilmuwan-ilmuwan muda untuk “bersabar”, dalam artian membangun dasar pengetahuan keilmuannya. Lalu, penting juga untuk selalu berpatokan pada “apa yang bisa kita sumbang untuk ilmu pengetahuan” dibandingkan sebuah pemikiran “kapan saya bisa duduk menjadi manajer/pimpinan”.

Ternyata, Perancis, dalam sebuah sistem mereka, tidak jauh berbeda dengan yang saya alami di negara asal. Bahwasanya, pekerjaan struktural (dikatakan demikian) selayaknya dipisahkan dari fondasi pembentukan karakter seorang ilmuwan muda. Sayangnya, pemikiran sederhana ini menjadi kompleks dikarenakan satu dan lain hal. Saya tidak ingin mengkritisi sistem, karena saya rasa ada banyak hal yang mewujudkan sebuah sistem itu terbentuk sebagaimana mestinya.

Topik pembicaraan selanjutnya adalah konsep “chercheur simple”.

Saya kembali berdiskusi dengan supervisor saya, mengenai konsep “chercheur simple” (dalam bahasa inggris simple research scientist). Apakah itu? Yakni, menjadi seorang ilmuwan yang fundamental. Menguasai dasar-dasar keilmuannya sesuai dengan latar belakang masing-masing. Fokus pada sebuah tujuan untuk penelitian yang inovatif.

Saya kemudian mengajukan padanya sebuah pertanyaan. Terkadang kita dihadang oleh sebuah kondisi non-sains yang membuat kita tidak lagi mampu menjadi seorang ilmuwan sederhana. Dia menjawab, bahwa kesederhanaan itu akan kita lihat dari bagaimana kita bereaksi terhadadap kondisi-kondisi yang menghadang. Bukan karena kondisi tersebut, kita kemudian enggan untuk bekerja bukan? Baginya, setiap masalah memiliki jalan keluar, atau lebih tepatnya, keinginan kita untuk berfikir mencari solusi itulah, yang akan membentuk kita.

Saya berhenti bertanya, dan tersenyum padanya seraya berujar, “terima kasih”

Saya mengajak kawan-kawan semua, mari menjadi seorang ilmuwan yang berbasis kuat pada bidang kerja masing-masing. Dan, yang paling penting, mari bersemangat dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan setiap harinya.

Riza-Arief Putranto, 20 Januari 2010.

10 thoughts on “PEKERJAAN SEORANG ILMUWAN

  1. haloooo.. thx sudah meninggalkan jejak di blog ku🙂
    aku sering denger nama mas Riza dr mb Trias jg.. sering bgt.. hehehew..
    Blog nya inspiratif sekali Mas, suka.. two thumbs up!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s