CINTA ADMINISTRATIF

Pernah mendengar istilah “cinta itu buta?”. Tentu saja, saya kira. Seperti kata Bang Rhama Aipama dengan gaya khasnya, bahwa cinta tidak mengenal harta dan tahta. Aje gile, note ini nampaknya sudah diawali dengan kata-kata aneh yang mampu membuat perut bergejolak ingin muntah. Tapi, mohon bersabar hingga cerita ini selesai. Sebenarnya, hanyalah sebuah pandangan belaka dari seorang “Alex Komang Palsu” (red. note “KENAPA AKHIR-AKHIR INI SAYA DIBILANG MIRIP ALEX KOMANG”), jadi mohon dimaafkan jika tidak berkenan.

Jadi begini,

Diawali dari sebuah perbincangan ringan dan guyon maton, hinggaplah sebuah pernyataan dibenak saya. Saya tidak perlu mengulang mata kuliah Module 101 dengan judul “Dasar-dasar Cinta” bukan? Setidaknya saya langsung ke pernyataan tersebut, istilah yang saya ciptakan sendiri, yakni “Cinta Administratif”. Wah wah, apakah cinta administratif itu?

— silahkan diisi dulu formulir ini sebelum dapat cinta saya, kata dia —

Sebagaimana diketahui, setiap orang, memiliki kriteria masing-masing untuk pasangan mereka. Entah itu secara fisik, karakter maupun properti. Apapun itu, tentunya semua orang menginginkan yang terbaik dan “tepat” untuk pasangan masa depan mereka. Dalam adat Jawa, kita mengenal istilah “bibit bebet bobot”, yang bakalan menjadi kriteria untuk menilai pasangan kita. Mohon maaf saya tidak begitu mengenal adat lain, namun saya kira tidaklah jauh berbeda.

Lalu, sebagaimana Didik Nini Thowok selalu berujar ketika dia menari atau mengajarkan tari, bahwa “gerakan tari yang berlebihan itu akan mengurangi keindahannya”, maka berlaku sama dalam memilih cinta atau mencinta itu sendiri. Melekatkan syarat penilaian yang terlalu tinggi untuk pasangan kita, akan mengurangi keindahan cinta itu sendiri, demikianlah jika saya mencoba menerjemahkan dan menganalogikan maksud Mas Didik dalam cinta.

Yang saya fahami, seperti rumitnya birokrasi dalam sistem pemerintahan, maka cinta tersebut berubah menjadi bersifat administratif. Terlalu banyak dokumen untuk diisi dan ditanda-tangani. Belum lagi, bila dokumen tersebut rangkap lima bahkan lebih dan membutuhkan disposisi kepada beberapa pejabat penanggung jawab. Ups, ini terlalu berlebihan nampaknya saya. Akan saya coba sederhanakan..

Mudahnya…

Cinta administratif tidak ubahnya seperti UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri), nama populer semasa saya mau masuk kuliah dahulu. Seringkali, kita memberikan tes-tes pada pasangan kita sehingga pada akhirnya, makna cinta itu sendiri hilang. Tak ubahnya seperti, ujian-ujian, yang sayangnya tidak ada susulan (red. rattrapage dlm bahasa perancis). Jadi, jika gagal, habislah sudah.

Dulu saya masih ingat ketika Bambang Gentolet manggung di Gedung Bedoyo UGM, beliau mengungkapkan, bahwa “cinta itu asbak eh abstrak”. Kalimat tersebut bukan dibuat-buat tetapi memang demikian. Maksud Mas Bambee (panggilan sayang B.G.) adalah, bahwa salah-salah pilih cinta benjut kepala seperti dilempar asbak. Jangan tanyakan kepada saya kenapa artinya jayus begitu, ya, memang sepertinya hanya akal-akalan beliau untuk melucu saja. Tetapi saya menangkap logika benjut kena asbak tadi itu.  Kalo dihubung-hubungkan dengan cinta administratif ya masuk akal. Salah-salah pilih cinta, ujung-ujungnya kepala ini pening/benjut karena ujian-ujian tersebut.

Akhir kata,

Mari kita sayangi pasangan masing-masing bagi yang sudah dapat, mari bersabar dan berhati-hati bagi yang masih dalam tahap mencari. Mari berikan cinta tulus dan bukan administratif, dan akhirnya, saya mohon maaf atas ocehan malam hari karena insomnia. Dan, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun juga.

Riza-Arief Putranto, 9 Februari 2010. Insomnia dan sedang ngurus administrasi…

2 thoughts on “CINTA ADMINISTRATIF

  1. biar ga rumit administratif, semuanya diperjelas dulu di awal. jd waktu nembak,ngomong gini aja,”aku cinta padamu. ada pertanyaan?”😀

    • hehe, bener juga yak.. kalo pertanyaannya seperti itu ada dua kemungkinan jawaban dr lawan jenis…

      1° benarkah,oh aku juga cinta padamu… atau,
      2° udah deh ga usah gombal sama aku..

      hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s