PENGGIGIT-KUKUAN : ILMU MENGGIGIT KUKU YANG BENAR

Apa yang akan saya bahas berikut terkait tentang sebuah tema “kebiasaan menggigit kuku” (biasa disebut dengan Onychophagia, di dunia kesehatan) yang masuk ke dalam lingkup ilmu “Penggigit-kukuan”. Tentu saja, ini hanya tulisan ringan, menyeletuk, dan santai sembari minum teh atau kopi, yang saya awali dengan :

Tadi siang (seperti di dongeng-dongeng itu),

— gigit terus gigit yuuk… —

Disaat sedang disibukkan dengan pekerjaan, saya kebetulan sedang berfikir keras, hingga mengacuhkan banyak hal disekeliling saya (supervisor saya yang mondar-mandir, rekan lab saya yang kebingungan, dan petugas pembersih lantai yang berdansa dengan penyedot debu mereka). Saya yang sedari tadi “terlalu serius” di depan laptop saya, mendadak tersadar dari “keterlaluseriusan” saya. Apa yang saya amati adalah, saya barusan menyadari bahwasanya mulut saya sedang menggigit kuku. Dan, setelah saya pikir-pikir, memang benar adanya bahwa sedari tadi saya melakukan hal ini. Saya sendiri mengakui bahwa saya memiliki kebiasaan menggigit kuku. Entah, semenjak kapan saya sering melakukan itu, tapi sebagian besar ahli menyatakan bahwa menggigit kuku merupakan “kebiasaan yang menurun” secara genetis tentu saja.

Kalau saya ingat-ingat kembali, memang ayah sepertinya memiliki kebiasaan itu, entah saat dia menyetir (masih untung ga kegigit setirnya) atau saat dia terdiam dan berfikir. Dan, memang seingat saya, hanya ayah dan saya yang memiliki kebiasaan itu. Saya sendiri lebih cenderung melakukan kebiasaan ini, jika sedang berfikir atau membaca. Jangan tanyakan kepada saya, kenapa begitu, ya memang begitulah adanya.

Sayangnya saya bukan seorang ahli dibidang “Penggigit-kukuan” (mohon maaf atas istilah yang lebay ini), ataupun psikologi. Tetapi, saya mencoba untuk membaca beberapa artikel mengenai “penggigit-kukuan”. Menurut kalangan kesehatan, menggigit kuku dapat berdampak buruk dari segi kesehatan, mengingat tangan merupakan perantara utama bakteri dan logam-logam berat, termasuk timah. Kuku dengan mudah mampu mendeposit timah dan ketika kita meng-kerikiti (red. menggigit sedikit demi sedikit, maafkan bahasa kampung saya) kuku tersebut, secara langsung kita akan menelan timah yang notabene bersifat akumulatif. Saya sendiri, berfikir, “Hey, masa sih, kuku kan kecil? Palingan juga dikit yang di-kerikiti?” Tetapi, ya benar adanya jika kita meng-kerikiti kuku tersebut selama puluhan tahun, dampaknya tentu saja baru akan terasa. Secara psikologis, kebiasaan tersebut juga tidaklah baik untuk anak-anak, karena menandakan bahwa anak-anak bosan, cemas dan sebagainya.

Saya sebenarnya lumayan khawatir dengan kebiasaan saya, hanya saja, seorang kawan di lab saya menenangkan saya. “Ah, ga usah khawatirlah, kebiasaan menggigit kuku itu ga masalah kok”. Dia menanyakan kepada saya apakah saya memiliki alat potong kuku apa tidak. Saya menjawab memang saya tidak memilikinya, dan dia berujar “Ya wajarlah kalo kamu gigit kuku terus, lha wong alat potong kuku saja tidak punya..”. Ah, mendengar opini itu saya tenang, dan berniat membeli alat potong kuku sore ini.

Nah,

Bagi anda yang menginginkan menjadi ahli dalam “Penggigit-kukuan” berikut saya bagikan tips saya tentang bagaimana menggigit kuku yang baik.

–        Pastikan bahwa mulut anda sedang tidak mengunyah makanan, lalu siapkan mulut dengan pemanasan melalui gerakan ringan rahang atas dan bawah.

–        Mulailah meletakkan kuku anda di mulut dan gerakkan ke gigi anda ke depan dan ke belakang, menggigit kuku pada ujungnya saja, dan lakukan berkali-kali.

–        Saat mulai terdengar bunyi “ctak ctak”, itu adalah tanda dimana anda harus segera berganti kuku di jari lain.

–        Waspada dengan kesenangan berlebihan, karena akan berakibat hilangnya jari anda.

Selamat mencoba !

Riza-Arief Putranto, 10 Februari 2010. Sedang menggigit kuku…

7 thoughts on “PENGGIGIT-KUKUAN : ILMU MENGGIGIT KUKU YANG BENAR

  1. Satu nasehat om, kalau mau gigit kuku jangan lupa cuci tangan dulu ya🙂 ehm jangan2 karena efek suka gigit kuku, badan om ga bisa gemuk tuh. Melihara anaconda sih hehe

    • hahaha.. anaconda? dasar.. btw tumben nih nangkring disini, bukannya biasanya via buku muka? ^^ makasih ya komennya..

  2. hmm, harusnya yg diposting di sini adalah bagaimana menghentikan kebiasaan menggigit kuku mas, bukannya cara menggigiti kuku, hihi.. peace🙂

    • hehe, tidaklah menarik itu, sudah terlalu banyak artikel bgm cara menghentikan.. bukankah lebih bagus kalo org bisa have fun dg kuku mereka ^^

      • Artikel ttg kebiasaan menggigit kuku yang paling sering saya liahat adalah bahwa kebiasaan ini dapat menurunkan IQ seseorang yang memilikinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s