SURAT UNTUK PHILIP MORRIS.

Augustin Flîche, 5 April 2010

Dear Philip Morris1,

Hai, bagaimana kabarmu ? Tidakkah indah hari ini, matahari bersinar cerah ? Kuharap engkau berada di kondisi terbaikmu. Tidak banyak sahabat seperti dirimu, yang terus menemaniku kapanpun engkau kubutuhkan. Uhm, maafkan aku jika harus merepotkanmu sekali lagi, tetapi aku menginginkan pendapatmu. Atau, paling tidak mendengarkan saja, keluhanku.

Tahukah engkau ? Hari ini, aku berjalan-jalan di belakang kebun asrama mahasiswa. Jangan tertawakan diriku, tetapi, memang engkau tahu, ada sesuatu yang menggangguku jika kulakukan itu. Jangan khawatir, aku tidak akan menggoda dan merayu Madame Rôchelle yang tinggal di belakang. Sebuah gedung sekretariat yang harus kusanjangi setiap awal bulan.

— Surat untuk Philip Morris —

Hari ini, aku gundah. Selalu gundah, diriku, ketika mendengar kabar yang tidak baik. Aku tidak memiliki kawan untuk berbagi siang ini, ketika menyadari bahwa dunia maya bukanlah, kawan yang baik. Pada saat itulah, aku teringat engkau.

Untuk menuliskan surat ini, aku membutuhkan lokasi yang teduh dan sejuk. Aku membutuhkan hatiku lega untuk ini. Ya, engkau pasti telah menduganya. Setidaknya, itulah diriku dibandingkan dirimu. Betapa cepat engkau memanas, wahai kawanku, Philip. Mungkin, aku harus belajar dari karakter yang membentuk dirimu. Ingatkah engkau, pada Cricket2, yang selalu berhasil memancing kemarahanmu? Menurutku, kalian adalah pasangan serasi. Terpicu dan pemicu.

Apakah benar jika aku meminta pendapatmu ? Untuk membuatku memiliki hati yang besar ? Tidak saja, diameter hatiku, ingin kubesarkan. Juga, kapasitasnya dalam menampung kesabaran di rongga korteks. Betapa aku merasa, masih sulit, merasakan terkejut, Philip. Benci kuberikan pada terkejut. Tidak menyenangkan, dan pemacuan detak jantung. Jadi kurasa, itulah solusinya ? Bagaimana menurutmu ?

Terkadang, aku juga berfikir. Bahwa, pilihan dalam hidup selalu sulit. Seperti menyetir Volkswagen kesayangan Monsieur Fabrice, dengan perseneling manual. Setidaknya, aku belajar, bahwa tidak ada otomatisasi dalam pilihan. Pilihan itu manual. Bukankah begitu, Philip? Itu sebabnya, aku harus pintar dan cerdik dalam memahami. Mempertimbangkan sebab dan akibat?

Menjadi diri sendiri, adalah yang utama. Aku ingin engkau setuju untuk hal ini. Bagaimana jika engkau diminta untuk tidak menjadi diri sendiri, apakah menyakitkan ? Sulitkah ? Hmm, aku berharap mendapatkan jawaban. Yang kutahu, berpura-pura, lebih menghancurkan daripada kejujuran. Tetapi, mereka yang lebih bijak dari diriku, seperti Madame Louzane dan Monsieur Patrick di Cafétéria, pernah mengajarkan padaku mengenai “White Lies”. Percayakah engkau dengan itu, Philip ? Aku tidak. Dan, mungkin akan tiba masa, dimana aku harus menggunakannya.

Andai, semua bisa mudah kupandang Philip. Terkadang, filosofi hidupku terlalu rumit kupegang. Yang menurutku, membuat hidupku lebih bermakna, daripada sekedar jalan raya tanpa mobil. Aku suka belokan, lampu merah, dan deru mesin. Semoga engkau sejalan denganku.

Wahai Philip. Hujan mulai membasahi hutan kecil ini, dan membuat aroma tanah yang menyegarkan. Sayangnya, aku tidak ingin, terkena flu. Maka, kuakhiri surat ini untukmu. Dan, kutunggu jawabanmu, secepatnya. Sebuah obrolan menarik, selalu kutunggu.

Ciao.

1 Philip Morris

2 Cricket

7 thoughts on “SURAT UNTUK PHILIP MORRIS.

  1. za, kayaknya si philip sangat bijak ya? kenalin dunk…jadi pengen mengirim sepucuk surat juga padanya hehe…thanks ya untuk sebuah senyum si philip morris ^^

    • sangat bijak uni. bahkan ketika saya berbuat tidak adil padanya, atau tidak masuk akal, dia tetap berada disisi saya untuk menemani. tidak pernah menuntut apa-apa dari saya. seorang sahabat yang sangat baik ^^ hehe..

    • haha, betul sekali. tidak baik untuk uni ^^ hindarilah… tp, mereka lumayan baik pada saya.. hehe

  2. Hi all, here every person is sharing these kinds of know-how, thus it’s fastidious
    to read this webpage, and I used to visit this blog every day.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s