PAKU YANG MENCUAT

Duduk. Café. Sebuah kopi pahit. Menunggu. Menulis.

Sebuah kejadian hari ini cukup mengejutkan bagi saya. Tak henti-hentinya sistem transportasi di Montpellier mengalami ujian. Setelah sedikit banyak terganggunya jalur 1 tramway akibat sedang dibangunnya jalur 3 yang diproyeksikan akan selesai pada akhir musim panas ini, hari ini sebuah kerusakan teknis membuat Gâre, sebutan untuk stasiun kereta api di Perancis, dipenuhi oleh para calon penumpang. Masalahnya, sebuah kecelakaan di jalur antara Beziers, sebuah kota berjarak 55 km dari Montpellier, menuju kota ini membuat aliran listrik di jalur kereta terhenti sejak pukul 10h45.

Sejak itu, puluhan TGV, sebutan untuk kereta kecepatan tinggi, tertahan baik yang akan masuk atau keluar Montpellier. Jalur Beziers-Montpellier adalah jalur kereta terpenting dan boleh dikatakan gerbang utama jalur férroviaire, sebutan keren untuk jalur kereta, sisi tenggara yang menuju sebagian kota besar di Perancis seperti Lyon dan Paris. Statistik SNCF, lembaga setara dengan PJKA untuk Indonesia, mengungkap bahwa jalur ini adalah jalur tersibuk kereta di selatan Perancis.

Tentu saja, rekan-rekan PPI Perancis masih ingat bahwa beberapa waktu lalu, SNCF melakukan mogok kerja dan hanya melayani servis minimal. Artinya, hanya 40% armada TGV yang beroperasi. Liburan musim semi kala itu sangat terganggu. Saya masih ingat beberapa rekan harus menumpang kereta lain yang bukan kereta seharusnya, dikarenakan jadwal kereta tersebut dibatalkan pada detik akhir.

Beberapa alasan utama mogok tersebut adalah tuntutan kenaikan gaji oleh karyawan SNCF. Lebih spesifik, adalah karyawan yang ditugaskan di jalur Beziers-Montpellier. Maklumlah, SNCF terdiri dari beberapa syndicat, semacam anak perusahaan, yang salah satunya mengadakan mogok terutama di jalur tersebut.

Terkadang memang kekacauan sistem transportasi dapat terjadi dimana saja. Bahkan tidak terkecuali di negara yang maju. Kejadian ini mengingatkan saya pada sebuah peribahasa jepang. Seorang rekan dari Jepang yang kebetulan sedang summer school di Montpellier menceritakan mengenai paku. Paku? Ya, paku. Dalam peribahasa tersebut, disebutkan bahwa “Paku yang mencuat akan dipukul palu”. Apa makna dari kalimat tersebut ? Sebuah paku yang mencuat menandakan sebuah kesalahan, ketidaktertiban karena paku selalu dirapikan menggunakan palu.

Dalam sebuah sistem yang rapi, sebuah kesalahan kecil memang terkadang mampu diatasi tanpa mengganggu kinerja. Akan tetapi, semua tergantung dimana letak kesalahan kecil tersebut. Lagi-lagi, rekan saya tersebut berujar bahwa pepatah jepang lain mengatakan “Karena satu tapal kuda lepas, pesan tidak tersampaikan. Karena pesan tidak tersampaikan maka menderita kekalahan dalam peperangan”. Jika dihubungkan dengan kerjadian hari ini, boleh dikatakan, dikarenakan satu kesalahan teknis, maka TGV tidak beroperasi. Dan, karena TGV tidak beroperasi maka banyak penumpang terlantar. Karena mereka terlantar, protes diajukan. Dan protes tersebut membawa SNCF pada kerugian.

Begitulah, sebuah cerita singkat. Masih menunggu. Lapar. Bingung.

“Sedikit gambaran peta kota Beziers” —

Riza-Arief Putranto. 26 Juli 2010.

3 thoughts on “PAKU YANG MENCUAT

  1. Jika anda menguasai sesuatu atau sukses, anda adalah subjek kritik”. Dengan kata lain, jika anda sangat pandai dalam suatu hal dan melebihi kemampuan orang-orang di sekitar anda, akan ada yang melawan dan mengkritisi anda. Jika anda memilih untuk menjadi seorang pemimpin, anda selalu memiliki orang-orang yang membenci dan mengkritik anda. Oleh karenanya, dibutuhkan keberanian untuk menjadi paku atau tonggak yang mencuat dan diperhatikan itu.

    Paku yang mencuat harus dipalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s