SAKIT TERJADWAL, MAKNA TERJADWAL

Sudah tiga pekan, setiap akhir pekan, saya selalu “diberikan” cobaan berupa sakit. Entah itu radang tenggorokan hingga infeksi akibat makanan. Sebagaimana mestinya, seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri, sejak tinggal di negara 4 musim selama lebih dari dua tahun, saya terus memikirkan dan membandingkan.

Apakah itu ?

Yakni, mengapa ketika saya berada di negeri napoleon sangat jarang jatuh sakit. Tetapi ketika saya berada di tanah air, minimal tiap beberapa bulan pasti saya terkapar di tempat tidur. Tentu saja tulisan saya ini tidak bermaksud menghakimi pihak manapun atau menyalahkan. Hanya saja, mencoba memberikan analisis dangkal dari pemikiran saya yang sedang “linglung” akibat antibiotik dosis tinggi yang diberikan dokter (dalam pikiran saya, “huh, lagi-lagi antibiotik…”).

Beberapa rekan seperjuangan disana, mengiyakan opini saya. Analisis yang muncul kemudian adalah : kualitas lingkungan yang lebih baik, udara yang lebih bersih, kondisi masyarakat yang lebih bersih, hingga pelayanan kesehatan nomor wahid sedunia (katanya lho..). Lalu ketika dibalik, membicarakan ibu pertiwi, kita langsung diserang oleh hembusan nafas dalam (hhhh…). Indonesia? Udara yang kotor, polusi tingkat tinggi, kualitas penanganan kesehatan yang buruk, masyarakat yang kurang peduli sesama, kesadaran akan kebersihan yang masih kurang.

Lalu apakah semua opini tersebut membuat kita (orang Indonesia) membenci Indonesia?

Harapannya tentu saja tidak. Dua kutub tidak pernah bisa saling bertemu, mereka selalu bertentangan. Jika boleh diibaratkan kedua negara tersebut demikian adanya. Saya tidak perlu memberikan argumentasi untuk indonesia, semua orang sudah menyadari hal tersebut. Tidak perlu juga memberikan argumentasi kenapa indonesia memiliki kualitas kehidupan yang buruk.

Saya lebih mempertanyakan, hikmah dibalik sakit saya. Iseng-iseng membuka beberapa situs, saya menemukan hikmah yang mungkin bisa menenangkan mereka yang juga sedang sakit (terutama rekan-rekan, sekembalinya dari tugas negara di negeri orang) :

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin,sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan membawa keselamatan dari api neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullahberikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

Disadur dari http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html/comment-page-1

—sakit sakit dan sakit—

Yang bisa saya ambil adalah : ketika saya di luar negeri, Allah tidak memberikan saya sakit, karena cobaan datang dari sisi lain. Kehidupan yang berbeda, adaptasi dan sebagainya yang memberikan stres. Sehingga tidak perlu sebuah sakit untuk mengingatkan saya akan kebesaran-Nya.

Sekiranya demikian. Jagalah selalu kesehatan rekan-rekan, karena hanyalah ketika sakit kita akan menyadari betapa sehat itu sangat tidak ternilai.

Riza-Arief Putranto, 27 September 2010. Bersabar…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s