PEMAKAN KABEL

Cerita Profiler Part 1.

Cerita kali ini lagi-lagi seputar indekos dimana saya bernaung untuk sementara ini. Maklumlah, saya banyak menemukan cerita lucu, justru saat saya berbaur bersama adik-adik mahasiswa yang amit-amit itu, haha. Kali ini saya ingin menjadi seorang profiler yang handal. Minimal, mengangkat seorang sosok yang sering berada di bawah layar.

Dia, berinisial nama YUDI. Hmm, kok berasa bukan inisial ya, tapi boleh anggap saja demikian. Pertama-tama, profiling mengenai morfologi atau dalam bahasa Indonesia yakni perawakan, bahkan dalam bahasa Bung Hari Panca disebut penampakan. Yudi adalah seseorang yang cukup tinggi dan kurus. Memiliki gigi lengkap dan belum pernah tanggal. Bisa dibayangkan giginya yang bertumpuk, hehe. Sekilas, memang tidak terlihat keistimewaan Yudi. Tetapi jika, kita mengenalnya lebih dalam, Yudi merupakan sosok yang unik.

Kedua, berbekal rasa penasaran yang tinggi dengan komputer, Yudi menjelma menjadi seorang maniak yang menghabiskan kesehariannya bersama mas kompie (sebutan mejeng untuk komputer). Saya pernah memergoki Yudisedang memperbaiki notebook miliknya. Kerusakan internal berhasil dia selesaikan dalam beberapa menit. Beberapa kali pula saya mencermati Yudi yang sedang merakit PC, sangat serius, terkadang sukar untuk diajak berdialog jika sudah begini. Saya terkesima melihat banyaknya kabel yang terjulur kemana-mana di kamar Yudi. Oleh karena itu saya menjuluki Yudi, si pemakan kabel.

Kenapa demikian? Bagaimana tidak. Saya “sering” melihat Yudi dalam kondisi berjibaku dengan kabel. Entah, dia pernah meminjam gunting saya untuk memotong kabel. Kemudian, menarik-narik kabel sementara saya sedang menikmati teh di sore hari. Atau bahkan, bergumam sendiri di kamar, bahwa kabel sedang melilitnya. Wah wah, nampaknya kabel sudah menjadi bagian hidup dari Yudi.

Saya sangat sangat sangat jarang melihat Yudi makan (maksudnya makanan normal, nasi sayur dan lauk). Yudi juga jarang sekali memperlihatkan nafsu makan di hadapan kami anak-anak kos. Sering saya ajak Yudi untuk pergi makan tetapi usaha saya gagal. Dia nampak sudah kenyang dihadapan kabel-kabel itu. Oleh karena itu saya curiga Yudi sering melakukan teknik debus dan memakan kabel, sebuah usaha untuk berhemat (maafkan saya yang sedang lebay). Maklumlah, Yudi juga mahasiswa. Semua mahasiswa butuh prihatin bukan ?

Sesekali, saya berhasil membujuknya untuk makan di warung indomie. Indomie? Indomie kan mirip kabel? Nah loh, memang sepertinya hidup Yudi tidak akan jauh dari kabel rupanya. Saya hanya bisa menggelengkan kepala seraya berdoa untuk kebaikan adik mahasiswa tersebut. Semoga segera dijauhkan dari obsesi kabelisme, haha (saya kembali larut dalam kelebay-an, mohon maafkan).

Lalu, sebenarnya apa inti dari tulisan saya ? Hikmah ? Manfaat ? Kok sepertinya terkesan mengejek Yudi ? Yah, hitung-hitung bonus pemahaman untuk pembaca. Yakni bahwa ketika kita menyukai suatu hal, tanpa sadar, seseorang menjadi passionate atau berhasrat. Hasrat tersebut biasanya akan membawa kepada cara menikmati hidup. Banyak ahli di dunia yang berasal hanya dari kesukaan terhadap sesuatu. Bukankah kita hidup untuk melakukan apa yang kita suka? Tentu saja dengan segala keterbatasan kita sebagai manusia.

Lakukan apa yang membuat anda senang, selama, itu membawa kebaikan !

Riza-Arief Putranto. Mau mencoba memakan kabel, juga.

2 thoughts on “PEMAKAN KABEL

  1. tulisannya sangat menghibuuurrr.. ^^ salam buat yang berinisial YUDI tsb… moga aja intestinumnya jadi gak semakin panjang sepanjang kabel-kabel yang biasa digelutinya… *???*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s