KENAPA STRES ITU ADA ?

Selama manusia eksis, eksis pulalah apa yang dinamakan stres. Mungkin kita memahaminya secara berbeda, memberinya sebutan seperti ketegangan, bekerja terlalu over, atau regangan, tetapi semua orang pastinya pernah berada dalam situasi tersebut.

Manusia gua mengenal stres dengan baik. Ketika bahaya mengintai, adrenalin mereka mengalir, jantung berdenyut lebih kencang, napas memburu lebih cepat, berkeringat lebih banyak, kondisi fisik menegang dan siap untuk pergi berperang atau berlari tergesa-gesa bilamana diperlukan. Reaksi tersebut disebut sindrom ‘Fight or Flight’ (Bertarung atau Kabur).

Jika bukan karena stres, kita, manusia pastilah tidak akan bertahan lama. Manusia merupakan mangsa harimau gigi pedang di awal evolusi. Seandainya kita tidak memiliki feeling dan kemampuan untuk melarikan diri, tentunya manusia telah menjadi Big Mac untuk seekor harimau besar, atau beberapa binatang lainnya yang juga sengit dan lapar.

Sepanjang sejarah, manusia bereaksi terhadap bahaya dengan cara mencapai fase ‘adrenalin tinggi’ secara fisik untuk mencari kondisi aman. Kita diprogram untuk bereaksi dengan cara seperti ini sehingga dapat terus melangsungkan keberlanjutan hidup sebagai suatu spesies. ‘Fight or Flight’ sangat penting bagi kelangsungan hidup seperti kembali pada saat manusia gua ketika dikejar oleh karnivora yang lapar.

Kini, kita tidak lagi berjalan kaki 10 mil sehari untuk mencari makanan dan tidak kita harus memerangi suku liar atau binatang lapar selama perjalanan menuju mata air. Kita telah berevolusi sebagai manusia dimana kita hidup di dunia yang canggih. Kita menuangkan air dari keran dan ikan untuk makan malam dengan mudah dapat dibeli di pasar.

Tidak ada harimau mengejar kita hari ini, namun insting tersebut masih ada. Setiap hari kini, stres muncul dalam bentuk yang lebih evolutif, sebagaimana manusia berevolusi. Dalam pekerjaan, dalam kondisi menuntut ilmu, dalam kehidupan sehari-hari, stres hadir. Bagaimana kita menghindar ketika tiba-tiba sebuah mobil melaju ke arah kita. Atau, ketika sebuah bola melayang akan menimpa kepala kita.

Dimanapun kita hidup, Indonesia atau luar negeri, bahkan luar angkasa, stres akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita setiap saat. Saya memahami bahwa stres yang saya alami, apapun bentuknya dalam kehidupan sehari-hari, bukanlah sesuatu untuk menghancurkan pribadi, tetapi sebaliknya untuk membuat saya bertahan lebih lama dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik.

Selamat berjuang para stresser !

Riza-Arief Putranto, 5 April 2011. Stres !

2 thoughts on “KENAPA STRES ITU ADA ?

  1. ehm maksud dari “Manusia gua mengenal stres dengan baik” apa itu om? ini yg dimaksud manusia gua jaman dahulu apa salah tulis alias salah ketik?.. yup, dimanapun kita berada stress akan selalu membayangi setiap langkah kita, namun yakin saja pasti ada solusinya.

    Kalau di Indo, teman2ku pada tahu kalau aku stress biasanya makan coklat, es krim coklat dan semua makanan yg ada coklatnya. Hingga akhirnya stress hilang dan menemukan solusinya. Kalau disini, tiap kali stress yg ada selalu demam dan migran. Dan coklat pun tak mampu mengenyahkan rasa stress ini..😦

    • maksudnya mereka sudah ‘tahu’ mengenai stres melalui insting, tetapi bukan pemahaman saintifik tentu saja dear trias😉 sesuai yang kupahami stres bukan dicoba untuk dienyahkan tapi lebih dikendalikan. yaitu dengan berfikir positif, tetapi, best way untuk mengatasinya, adalah tidur/bersantai🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s