EVOLUSI SEBUAH PRIBADI

Di waktu senggang saya siang ini, ditemani sebuah lagu dari Miley Cyrus ‘When I Look At You’ (wah, wah mulai lebay nih om Riza, jika ponakan-ponakan saya pada tahu), saya menyempatkan diri untuk kembali sejenak ke masa lalu. Apakah sebenarnya yang saya lakukan ? Bukan berarti saya lalu menaiki sebuah mesin waktu dan menuju ke masa lalu dalam arti denotasi, tetapi lebih ke konotasi.

Ingatan saya kembali ke tahun 2000, ketika saya akan memasuki dunia perkuliahan. Yak, pada masa inilah titik tolaknya. Tidak jauh-jauh kok, karena semakin jauh kita melakukan perjalanan ‘retro-memorization’ (mengingat masa lalu) semakin sedikit informasi yang kita dapat. Saya menengok halaman-halaman Facebook dari teman-teman lama. Sepuluh tahun yang lalu, mereka masih muda, beberapa diantara mereka adalah teman ‘nakal’, teman nongkrong atau bahkan kekasih hati kala itu.

Saya membuka sebuah folder gambar di laptop saya, dan membandingkan foto mereka sekarang dan 11 tahun yang lalu. Menggunakan bahasa biologi, secara morfologi tidak banyak berbeda. Mas Harry Pantja dari Dunia Lain, sering menggunakan kata ‘penampakan’. Nah, teman-teman saya ini, penampakannya tidak berbeda. Lalu apa yang berbeda ? Saya lebih melihat ke kondisi mereka dalam kehidupan secara ekonomi, sosial atau bahkan karir.

Tentu saja, sebagian besar dari mereka sudah berkeluarga dan tinggal di berbagai penjuru Indonesia. Beberapa sudah dianugerahi tidak hanya satu tetapi beberapa keturunan. Beberapa sudah sukses dalam karir dan kehidupan mereka secara ekonomi. Beberapa yang lain sedang jalan-jalan ke luar negeri. Beberapa yang lain masih senang berpetualang dan berkenalan dengan gadis-gadis cantik.

Baiklah, tidak adil jika saya mengungkapkan perubahan pada teman-teman saya sedangkan tidak pada pribadi. Saya sendiri ? Secara penampakan, boleh saya bilang tidak banyak berubah : tetap tinggi, kurus dan ada indikasi kebotakan di bagian depan dahi saja (sedih rasanya). Itu sebabnya saya terus mempertahankan rambut saya mirip Justin Bieber (hahaha, pasti banyak yang protes). Secara karir, rasanya kok saya masih berada di situ-situ saja, yang berbeda hanyalah saya sedang mengejar cita-cita saya sedari dulu, yaitu melanjutkan studi saya menuju jenjang tertinggi (yang bisa saya capai). Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan itu. Secara kehidupan berkeluargaan, saya mematuhi jadwal hidup saya bahwa sebelum usia saya mencapai 30 tahun saya akan menikah. Saya bersyukur menemukan seseorang yang benar-benar memahami saya dan mendukung saya dalam apapun. Dia adalah wanita spesial.

Dari kiri ke kanan : foto semasa kuliah (tahun 2000), pertama kali bekerja (2005), pelajar S2 di Perancis (2008), pelajar S3 di Perancis (2011)

Kenapa saya menuliskan ini ? Tidak bermaksud apapun, saya hanya ingin senantiasa mengingatkan pribadi untuk selalu bersyukur. Tepat tujuh hari yang lalu, usia saya di dunia berkurang satu tahun, dan saya memetik pelajaran berharga hari itu. Hari ini, ketika saya menengok beberapa status teman-teman semasa kuliah dulu, diantara mereka, masih ada yang menurut saya masih berkeluh kesah tentang apa yang mereka punya. Mungkin kita terpisah jarak sekarang, tapi melalui sedikit tulisan ini, saya ingin mendorong mereka dan bahkan semua orang untuk selalu bersyukur.

Terbayang bukan, 10 tahun yang lalu, saya dan mereka bukan siapa-siapa. Hanyalah anak-anak muda yang ingin menggapai gelar sarjana demi masa depan yang lebih baik. Lihatlah sekarang, kita masih disini dan masih terus belajar tentang kehidupan dan segalanya. Saya mengakhiri ocehan kali ini dengan sebuah kutipan bahwa :

Life is simple, it’s just not easy – author unkown

Riza-Arief Putranto, 18 April 2011. Mengetik dibawah hangatnya matahari musim semi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s