TERUSLAH MENDORONG WAHAI PARA CALON DOKTOR

Dalam sebuah obrolan santai malam hari, seorang teman mengajukan saya sebuah pertanyaan. ‘Bagaimana kehidupan PhD ? Pasti lebih susah dari Master (S2) ya ? Saya aja kepontal-pontal ini, untuk S2’. Terus terang saya tidak benar-benar menjawab pertanyaan gadis muda yang baik hati tersebut. Saya menjelaskan padanya sebuah jawaban klise, bahwa dalam PhD semua harus dipikirkan sendiri (pekerjaan lab, menulis dan lain sebagainya). Jawaban saya tidak salah bukan ? Memang demikian adanya.

Sebenarnya saya waktu itu ingin berujar padanya bahwa PhD itu bukan singkatan dari ‘Permanent Head Damage’, akan tetapi sebuah ideologi untuk pushing boundary. Yak, sampai disini pasti diantara pembaca sudah ada yang menggaruk kepala (pusing saya teh, teu ngerti..). Baiklah, akan saya ungkap perlahan demi perlahan.

Saya sering berkenalan dengan banyak para kandidat PhD lain (baik dari Indonesia atau dari LN), dan sebagian besar akan memperkenalkan diri dan bidang penelitian yang diampu. Tidak jarang, saya akan mendengar, ‘saya berharap menjadi spesialis tanaman Kelapa Sawit’, saya ambil contoh.

Lalu kenapa sih Mas Riza ? Ngurus amat ! (wah komputer saya protes). Begini, semakin tinggi tingkat pendidikan, memang kita akan semakin mengerucut. Dalam istilah bahasa, pada awal masa studi kita (SD, SMP, SMU) pengetahuan yang kita peroleh masih bersifat umum (generalis), sedangkan pada tingkat lanjut (S1, Master & PhD) menjadi spesifik (spesialis).

Jika melihat dari pengertian diatas, jika saya memperkenalkan diri ‘Halo saya Riza, saya kandidat PhD untuk tanaman Karet, jadi harapan saya, menjadi spesialis di tanaman Karet’, apakah salah ? Sebuah diskusi singkat membukakan pemahaman saya tentang yang namanya PhD. Saya diingatkan oleh seorang HDR (setara Profesor Riset), Li Zhe, akan pemahaman false positive. Apakah itu ? Artinya, sesuatu yang kita pahami terlihat benar akan tetapi mungkin saja salah.

Kenapa demikian ? Memang benar, saya mendalami penelitian pada tanaman karet. Akan tetapi, saya melupakan apa yang sebenarnya menjadi akar penelitian tanaman karet itu sendiri. Li Zhe mengingatkan saya bahwa tanaman karet hanyalah satu dari puluhan ribu spesies tanaman. Menurut beliau, apa yang harus saya dorong adalah kontribusi saya terhadap kontribusi saya di dunia biologi tanaman (new knowledge for plant biology). Jadi, menurut beliau, yang harus saya dorong adalah pengetahuan terbaru untuk dunia tanaman, tentu saja sesuai majoring bidang saya yaitu fisiologi tanaman.

Pemahaman seperti ini yang mirip dengan filosofi ‘pisau pembunuh’, bahwa jangan menyalahkan pisau yang membunuh orang, karena pisau hanyalah alat. Pisau tersebut selain membunuh dapat digunakan untuk berkarya menghasilkan masakan yang lezat semisal. Jadi, janganlah terpaku pada apa yang didepan kita sempit dan menutup diri dari tujuan sebenarnya kita mengejar gelar bernama PhD.

Sebagai gambaran lengkap, saya ingin memberikan sebuah ilustrasi mengenai konstitusi proses belajar kita semua sejak sekolah dasar hingga PhD dari sebuah situs http://matt.might.net/articles/phd-school-in-pictures/.

Imagine a circle that contains all of human knowledge:

By the time you finish elementary school, you know a little:

By the time you finish high school, you know a bit more:

With a bachelor’s degree, you gain a specialty:

A master’s degree deepens that specialty:

Reading research papers takes you to the edge of human knowledge:

Once you’re at the boundary, you focus:

You push at the boundary for a few years:

Until one day, the boundary gives way:

And, that dent you’ve made is called a Ph.D.:

Of course, the world looks different to you now:

So, don’t forget the bigger picture:

Keep pushing.

Jadi para calon doktor, tetaplah mendorong dan mendorong batas ilmu pengetahuan itu. Semoga tetap bersemangat !

Riza-Arief Putranto. 4 Mei 2011.

8 thoughts on “TERUSLAH MENDORONG WAHAI PARA CALON DOKTOR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s