KENAPA SELALU ADA MASALAH

‘Hidup itu deritanya tiada akhir’. Sebuah artikel yang pernah saya baca menuliskan seperti itu. Dan, kalimat tersebut bukan merupakan kalimat saduran dari Thi Phat Kay (Sebuah cerita Sun Go Kong dan Perjalanan ke Barat Mencari Kitab Suci).

Dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia, mungkin kita sering mengeluhkan mengenai hidup. Berandai-andai menjadi orang lain, mengidamkan apabila kehidupan kita seperti yang dimiliki orang lain. Kita mungkin selalu merasa memiliki beban hidup yang berlebih dibanding yang lain. Pada intinya, manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Bahkan, praduga di dalam pikiran sempit tersebut, semakin dipertajam manakala kita sedang berada dalam kondisi sulit. Itu sebabnya, kita terkadang merasa selalu berbuat kesalahan.

Sesungguhnya, kesan kita terhadap yang lain terkadang menipu. ‘Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau’. Kita mengira bahwa mereka yang berada di sekeliling kita sepertinya selalu berbahagia, tidak mendapatkan masalah. Namun, kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di dalam pikiran mereka, apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi entah itu masalah keluarga, kantor, cinta, sosial, keuangan dan lain sebagainya.

Manusia tidak ada yang sempurna. Itu yang saya pahami. Mereka adalah tempatnya salah, tempatnya khilaf dan tempatnya kekurangan. Akan tetapi, manusia juga diberikan kemampuan untuk memperbaiki kesalahan, menerima kekurangan dan bersyukur. Hanya saja terkadang kita melupakan untuk bersyukur atau sulit untuk bersyukur manakala ujian hidup sedang diberikan. Saya akui, ini bukan hal yang mudah. Sangat mudah bagi saya untuk menuliskan ini, akan tetapi sulit rasanya untuk melaksanakannya. Yah, manusia hanya bisa terus berusaha bukan ?

Seorang teman berujar bahwa ‘jika kita ingin terbebas dari masalah, selalu bersenda gurau, tertawa bahagia, tempatnya bukan di dunia ini‘. Lihatlah betapa masalah datang silih berganti di dunia dimana kita hidup. Masalah-masalah tersebut hanya akan terputus secara otomatis jika kita juga memutuskan hubungan dengan dunia alias mati. Seseorang yang mengatakan ‘enjoy your life’ secara tidak langsung ingin mengatakan ‘enjoy (also) your problems’, karena selama kita berada di dunia, maka akan selalu hadir yang namanya masalah.

Seorang teman yang lain mengungkapkan betapa dunia akan membosankan tanpa masalah. Sebagai makhluk yang cepat bosan, mungkin kehidupan ini akan membosankan. Dan, mungkin kita akan mengambil jalan pintas untuk mengakhiri kebosanan menggunakan racun atau obat serangga. Jika diibaratkan, masalah di dunia ini seperti sambal yang kita makan sehari-hari. Tanpa itu, makanan kita terasa hambar bukan ? Mungkin sedikit pedas, akan tetapi tidak akan membunuh kita.

Mencari logika dari semua masalah tersebut sangatlah sulit. Saya berusaha terus memahaminya sejak saya remaja dan hingga sekarang masih tidak masuk dalam logika saya. Mungkin inilah sebabnya, kenapa saya harus terus menggali ilmu, memahami supaya saya semakin ‘ahli’ dalam berurusan dan menyelesaikan masalah.

Untuk mengakhiri saya hendak mengungkapkan bahwa ‘segala sesuatu yang diawali dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu, dan segala sesuatu yang diawali dengan senyum keikhlasan akan berbuah bahagia.’

Riza-Arief Putranto. 23 Mei 2011.


2 thoughts on “KENAPA SELALU ADA MASALAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s