TENTANG SALING MEMBANTU

Dalam berkehidupan sosial, manusia tidak akan pernah luput dari salah satu perannya dalam membantu orang lain. Disini, saya berbicara dalam skala umum, bantu membantu dalam aspek apapun. Kemudian, kita mengenal pepatah lama tentang saling membantu, yaitu bantulah dirimu sendiri sebelum membantu orang lain. Sebuah skema yang saya sarankan diikuti dengan pemahaman yang baik.

Selama beberapa hari terakhir, saya disibukkan dengan beberapa kegiatan tesis dan non-tesis. Waktu menjadi sedemikian mencekik bagi saya, dan harus sering menarik nafas panjang, agar balon kesabaran senantiasa menggembung di dalam dada. Pada tahap ini, saya dapat mengatakan bahwa, saya berada dalam ambang batas dimana saya hanya dapat menolong diri sendiri. Dengan kata lain, saya seharusnya membutuhkan pertolongan orang lain.

Akan tetapi, sebagai manusia, saya tidak luput dari interaksi sosial di kehidupan sehari-hari, yang memberikan saya peran tertentu dalam kehidupan orang lain. Melalui media apapun (Internet, SMS, BBM atau bahkan surat via pos), saya menerima banyak permohonan tolong dari kawan-kawan, kolega atau seseorang yang tidak saya kenal.

Untuk sejenak, keseimbangan saya goyah. Antara hati nurani sebagai manusia yang ingin menolong dan porsi lemah pribadi untuk memikirkan diri sendiri. Akhirnya, saya memilih untuk menolong diri sendiri terlebih dahulu. Pilihan logis yang bisa dipikirkan otak saya.

Kemudian entah kenapa saya mendapatkan pemikiran berikut, bahwa pada dasarnya menolong atau tidak menolong merupakan bagian dari peran tertentu yang menentukan laju seseorang. Ketika saya memudahkan perkara seseorang, maka saya menjadi bagian dari perjalanan dia menuju tujuan (penyelesaian masalah). Namun, ketika saya tidak menolong, dia akan mencari seseorang lain untuk menolongnya, yang menjadikan saya bukan lagi bagian dari tujuan.

Kakek saya selalu berujar, ‘jika engkau menolong seseorang, maka engkau akan ditolong orang lain (bisa seseorang yang sama, bisa juga tidak) di masa yang akan datang’. Seorang guru saya pernah mengatakan ‘menolong itu bukan dilema, hanya sekedar mau atau tidak’. Terkadang, dalam kehidupan sosial, kita terjebak dengan ‘harus menolong atau tidak’ dikarenakan posisi atau jabatan bahkan hutang budi.

Namun, apapun alasannya, ketika pribadi tidak dapat menyangga dirinya sendiri, maka apalah guna berusaha menyangga pribadi lain. Semoga refleksi ini bermanfaat.

Help yourself before helping others !

Sumber gambar : daeng-nurek.blogspot.com

Riza-Arief Putranto, 16 September 2011.

4 thoughts on “TENTANG SALING MEMBANTU

  1. seseorang dulu pnah bilang, saat kita membantu orang lain itu sama arti nya dengan kita membantu diri sendiri juga.. well.. scr pribadi aq pernah mengalami nya.. dan alhamdulillah, jalan ku mulai terbuka setelah aku jadi “pembuka jalan” bagi orang lain..
    jadi, skrg pun sebisa mungkin aq akan berusaha membantu jika diminta.. ya klo pun memang ga bisa ato ga punya waktu kan tinggal jujur bilang “maaf, kali ini blom bisa bantu”..
    selesai!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s