IMPERFECT CAKE

Hari ini, 10 November, merupakan hari tanggap warsa pasangan hidup saya. Dengan jarak yang memisahkan kami berdua tentu ucapan “Selamat Ulang Tahun” secara sederhana dengan kehadiran fisik tidak dapat kami lakukan. Untunglah teknologi mengambil peranan. Pada masa sekarang, teknologi smartphone, koneksi internet high-debit hingga free-international calls, dikatakan dapat memangkas jarak dan menggantikan sedikit rasa “jauh”. Peningkatan intensitas komunikasi merupakan solusi sementara dalam mengatasi long-distance relationship (LDR).

Malam ini, saya berniat membelikan dia sebuah cake. Kami biasa melakukan cake-candle blowing thing melalui perantara Skype. Setidaknya, inilah kegiatan yang banyak pasangan LDR lakukan. Dengan meniatkan hal tersebut saya memulai hari.

Sudah sepekan terakhir ini, saya disibukkan dengan kegiatan lab tiada henti. Saya menyukai pekerjaan saya dan berusaha memberikan hasil terbaik. Entah kenapa, hari ini saya merasa lelah. Masuk lab pada pukul 07h00, saya baru meninggalkan gerbang CIRAD pada pukul 18h00, sedikit terburu-buru mengejar toko kue. Di Perancis, hampir sebagian besar toko tutup pada pukul 19h00. Dari CIRAD dimana saya melaksanakan kegiatan lab, membutuhkan waktu 20-30 menit menuju centre ville.

Jangan lupakan hujan lebat dan angin yang terus mengguyur daerah selatan Perancis selama dua pekan terakhir. Tepat dimana saya meninggalkan gedung, hujan mengguyur kawasan Montpellier, disertai dengan hembusan angin. Tubuh saya yang lelah, tertusuk sendayu angin bersuhu 9°C tersebut. Namun, seolah seperti film Korea, saya mengabaikan semua itu dan terus meniatkan diri menuju kota.

Setelah 40 menit, disertai berbagai kendala seperti lambatnya tram karena permasalahan teknis yang diakibatkan hujan, juga sesaknya tram oleh manusia, saya sampai di pusat kota. Langsung saya berlari menuju sebuah patisserie (toko kue), 10 menit menjelang toko tersebut tutup. Saya langsung mengambil pesanan yang telah dibungkus rapi.

Dalam perjalanan pulang, malangnya, dikarenakan kondisi tram yang penuh sesak, seorang Perancis yang mabuk terlalu dini, menggencet cake yang saya bawa. Cake tersebut terbelah menjadi dua dengan satu sisi hancur lebur. Saya marah dan dengan lantang meminta pertanggungjawaban sang pemabuk. Namun apa daya, berdebat dengan pemabuk sama seperti menegakkan benang basah.

Setiba di apartemen, saya berusaha untuk memperbaiki cake tersebut. Namun, keinginan saya untuk memakannya jauh lebih besar, sehingga saya biarkan saja apa adanya. Saya menunggu istri saya terbangun dari tidurnya di Indonesia.

Apa sih hikmah yang bisa saya petik dari cerita di atas ? Yakni bahwa cake tersebut tidak sempurna. Cake yang memberikan arti bahwa “tidak semua yang kita inginkan dapat tercapai”. Cake yang memberikan makna mengenai kenyataan saya dan istri saya untuk sementara harus terpisahkan jarak. Sama seperti, keputusan semua sahabat yang meninggalkan keluarga mereka untuk menimba ilmu di negeri jauh. Cake yang menyadarkan saya bahwa akan apa artinya mencinta dan menyayangi hanya dalam 40 menit pulang pergi.

Ketidaksempurnaan itu membuat kita memahami apa artinya sempurna. Dan dengan memahami, maka kita dapat menghargai. Selamat ulang tahun sayang, tous mes vœux de bonheur !

Gambar diambil menggunakan kamera Nikon D5000 Auto. Edit menggunakan AdobePhotoshop dan Picasa Google.

Riza-Arief Putranto, 10 November 2011.

6 thoughts on “IMPERFECT CAKE

  1. Pingback: MAKNA SEBUAH ULANG TAHUN « Chez Putranto

  2. Pingback: PERFECT CAKE « Chez Putranto

  3. Pingback: MAKNA SEBUAH ULANG TAHUN 2 | Chez Putranto

  4. Pingback: TEMAN HIDUP | Chez Putranto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s