KREATIVITAS LAHIR DARI KEGALAUAN (KETIDAKPASTIAN)

Dalam pekerjaan kita, entah itu sebagai tim kreatif sebuah perusahaan ; penulis sebuah novel ; koreografer tari; perintis usaha ; peneliti ataupun pengajar sekolah, proses kreatif mengalir melalui progres yang sama. Semua dimulai dari sebuah pertanyaan, yang tentu saja berbeda untuk masing-masing jenis pekerjaan.

Ketika kita « memulai perjalanan », tidak ada segala sesuatu yang pasti untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Semakin kita yakin akan keluaran yang akan dicapai, semakin besar kemungkinan bahwa itu sudah pernah dilakukan (oleh orang lain). « Anything certain has already been done ».

Dari sebuah ketidakpastian tersebut, proses yang rumit berjalan melalui berbagai fase dan liku-liku. Ribuan informasi dikumpulkan, diseleksi, dicampur-adukkan, dianalisa secara numerik, dan dilakukan eksperimen untuk membuktikan hipotesis. Tak terhitung keputusan yang diambil, ide yang terbentuk, diuji, diperluas, dan ditolak untuk akhirnya mencapai bentuk akhir yang « ideal » sesuai dengan segala kondisi yang ada.

Proses diatas sering disebut sebagai « konkretisasi sesuatu yang abstrak ». Perasaan mengenai warna, gerakan, cahaya, dan energi menjadi minyak di atas kanvas putih. Birama, nada dan kunci dasar menjadi lagu yang merdu. Musik dan gerakan menjadi sebuah tarian.

Proses kemajuan itu sendiri bagaimanapun juga bergerak mengikuti garis lurus. Pada periode awal, untuk melakukan pembenaran terhadap sebuah tindakan, resiko, investasi, dan kritik kita butuh berasumsi. Beberapa didasarkan oleh fakta, namun yang lain terkadang mengikuti feeling. Dalam perjalanan, beberapa akan dibuktikan dan beberapa akan hilang (terbukti bukan apa-apa) dan menjadi sampah total.

Kunci dari semua ini adalah « mengambil pilihan ». Itulah yang harus dilakukan individu yang terlibat di dalam semua proses tersebut. Dan untuk bisa mengambil pilihan yang baik, seseorang membutuhkan data. Mereka membutuhkan penilaian, feedback, dan kritik. Tanpa hal tersebut, tidak mungkin mengetahui apakah sesuatu yang dilakukan (red. inovasi) itu bekerja atau tidak. Ketika kita mendasarkan tindakan atas tebakan acak, pergerakan menuju sesuatu yang brilian akan berkurang lambat laun.

Ketidakpastian akan berkurang seiring dengan waktu, sesuai proses pematangan yang harus dilakukan. Menuliskan tulisan ini lebih mudah dibanding melakukannya, itu pasti. Akan tetapi, saya harus bilang bahwa « you cannot create genius without having skin in the game » atau dalam idealisme Jawa « hanya mereka yang berani tercebur ke dalam kawah candradimuka yang akan menjadi si perkasa gatotkaca ».

Tulisan ini dipersembahkan kepada semua kawan dan sahabat yang sedang mengalami kegalauan di pekerjaan, penelitian, kesulitan hidup dsb.

Sumber informasi :

Elaine Dundon. The Seeds of Innovation. AMACOM. 2002.

Jonathan Fields. Uncertainty : Turning Fear and Doubt Into Fuel of Brilliance. 2011.

Sumber gambar :

Jonathan Fields. Uncertainty : Turning Fear and Doubt Into Fuel of Briliance. 2011.

Riza-Arief Putranto. 12 Desember 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s