HIKMAH DIBALIK SETIAP KEJADIAN

Ibunda saya selalu menekankan kepada saya mengenai hikmah dibalik setiap kejadian. Saya terkadang mempercayainya terkadang tidak dikarenakan saya termasuk seseorang yang cenderung berfikiran logis dan lebih mengandalkan optimisme dalam menjalani hidup. Namun terkadang, hidup tidak setuju dengan saya. Dan, hal tersebut bisa saya alami dari cerita kepulangan saya ke tanah air.

Pada tanggal 28 Februari 2012, saya bertolak dari Montpellier menuju Jakarta, Indonesia dalam rangka cuti 2 minggu-an dan pengambilan sampel di Palembang. Kenapa Palembang ? Mengingat saya bekerja di bidang Perkebunan Karet dan di kota tersebut, sebuah institut penelitian tanaman karet berada. Perjalanan tersebut tampak seperti perjalanan biasa, tidak ada hal-hal mengejutkan yang terjadi. Saya tiba di tanah air pada tanggal 29 Februari 2012 pukul 18h30. Cuaca yang panas menyengat membuat tubuh « eropa » saya berkeringat deras. Dua minggu dari tanggal tersebut saya menikmati liburan saya bersama istri, keluarga dan sanak saudara di Semarang, Yogyakarta dan Magelang.

Pada tanggal 18 Maret 2012, saya bergabung dengan supervisor saya di Palembang untuk pengambilan sampel dan aktivitas lab lainnya. Saya juga kembali ke Bogor tidak berapa lama kemudian untuk keberlanjutan penelitian saya. Sampai tahap ini, tidak ada hal aneh kecuali setiap kali saya mengambil penerbangan selalu mengalami delay yang berdurasi dari 1 hingga 4 jam. Kesimpulan saya, sebagian besar penerbangan di tanah air selalu delay dan tampaknya bukan sesuatu yang mengejutkan. Kenapa ? Karena hanya saya yang nampaknya selalu kesal setiap kali dan tidak para penumpang yang lain. Beberapa insiden kecil seperti kabel charger laptop saya yang dimakan tikus juga cukup mewarnai hari-hari selama di negeri sendiri.

Tibalah saat dimana saya harus kembali ke Perancis dengan membawa ratusan sampel tanaman karet tersebut. Sebagian besar sampel telah saya ekstrak dalam bentuk RNA (Ribonucleic acid) sehingga wajib dibawa dengan menggunakan dry ice. Tanpa itu, sampel maupun RNA akan rusak dan saya tidak akan bisa menggunakannya untuk keberlanjutan PhD saya. Sebagai informasi, dry ice diperbolehkan dibawa dalam perjalanan menggunakan pesawat dalam jumlah yang ditentukan. Menurut The Federal Aviation Administration (US), penumpang dapat membawa maksimum 2 kg dalam hand carrier dan 2,3 kg dalam bagasi (kecuali dalam kasus khusus seperti keperluan riset, kedokteran dan lainnya). Sementara Uni Eropa tidak mengklasifikasikan dry ice sebagai materi berbahaya namun memerlukan packaging khusus dan berlabel.

Pada tanggal 2 April 2012 pagi hari, saya mengemas bagasi saya lengkap dengan segala sampel dan keperluan. Saya menyiapkan surat-surat yang diperlukan agar semua lancar. Saya berangkat pagi hari dari Bogor menuju Bandara Soetta untuk menghindari kemacetan. Saya tiba pukul 13h30, terlalu pagi untuk penerbangan saya pukul 18h55. Namun, saya rela menunggu agak lama daripada terkena macet di Jakarta.

Tibalah saat check-in pada pukul 16h, saya memasuki hall check-in melewati petugas. Setelah segala urusan surat menyurat dan cek bagasi via X-ray selesai saya kemudian menuju meja counter maskapai K. Betapa terkejutnya saya mendapati antrian yang sedemikian panjang dan tidak beraturan. Saya mencoba meyakinkan diri, “OK, saya ada di Indonesia, saya harus maklum”. Namun 1,5 jam berselang, pukul 17h30, saya belum juga beranjak maju dari tempat saya berdiri. Saya berujar dalam hati, “Ada sesuatu yang tidak beres”.

Beberapa menit kemudian tertera pada papan elektronik bahwa pesawat delay 2 jam (pukul 21h baru akan berangkat). Saya tertunduk lesu, sudah barang tentu, penerbangan lanjutan saya di Amsterdam dan Paris hangus. Begitu saya sampai di depan meja check­-in, saya menanyakan perihal delay tersebut. Dan petugas tersebut hanya menjelaskan ada masalah teknis dan semua penerbangan lanjutan akan diurus setiba saya di Amsterdam.

Pada pukul 21h, saya tidak melihat papan pengumuman yang menampilkan nomor penerbangan saya. Ketika saya tanyakan kepada petugas, ternyata penerbangan kembali diundur menjadi jam23h. PANIK ! Seketika saya berfikir sampel saya yang hanya bertahan maksimum 24 jam untuk dibawa. Namun, saya mencoba tetap tenang dan tidak emosi. Terus berhitung bahwa semua akan baik-baik saja. Ketiba tiba pukul 23h, kembali petugas mengumumkan tidak via halo-halo namun hanya mouth-to-mouth bahwa penerbangan kembali diundur pada pukul 00h20.

Seketika itu pula saya tidak sanggup lagi menahan cool saya, dan mode marah saya ON. Saya tidak henti-hentinya memarahi satu per satu pegawai maskapai yang ada di depan gate tersebut. Saya menyayangkan sistem pengumuman yang tidak profesional. Saya meyayangkan sistem informasi yang tidak jelas. Selalu menjadi alasan para petugas bahwa informasi yang didapat kurang jelas dari pusat. Siapa pusat itu ? Perusahaan penerbangan K di Amsterdam ? Paris ?

Berjam-jam penumpang menunggu tanpa kepastian dan tanpa diberikan makanan sedikitpun. Baru ketika saya mulai seperti orang gila (red. marah-marah), mereka kemudian menyediakan sebuah lounge kelas satu dimana kami bisa makan.

Namun, hasrat bepergian saya mendadak hilang. Saya tidak lagi berkeinginan untuk menaiki pesawat dan kemudian saya menuntut secara otomatis maskapai untuk mengganti tiket saya lengkap dengan semua penerbangan lanjutan hingga sampai Montpellier. Pada awalnya, mereka menolak namun saya terus berapi-api dan didukung beberapa penumpang yang juga sudah eneg, akhirnya mereka mengabulkan dan meminta kami menuju front desk di ruang check-in untuk mengurus tiket baru.

Masalah baru kembali menghampiri ketika saya dan para penumpang itu hendak melintasi gerbang imigrasi untuk kembali ke ruang check-in. Seorang petugas imigrasi tidak mengizinkan kami lewat dengan alasan paspor kami sudah dicap dan belum ada pengumuman resmi dari maskapai K terkait pembatalan tiket.

Dengan menahan marah, saya menjelaskan sebisa mungkin kepada bapak petugas. Para penumpang lain mendukung saya dan dengan keputusan bijak akhirnya beliau mempersilahkan kami lewat setelah memberikan tanda cancel pada paspor kami.

Kami akhirnya mendapatkan tiket baru dengan kondisi dan tujuan masing-masing setelah terus mengejar para pegawai maskapai yang menghilang-hilang. Saya pun memutuskan untuk kembali ke Bogor dan menginap kembali satu malam.

Lalu apa hikmah yang saya dapat ? Pertama saya jadi mengetahui hak-hak penumpang pesawat terbang yang tadinya tidak pernah saya baca atau gubris. Kedua saya berkenalan dengan beberapa orang besar yang tadinya hanya saya kenal via media, seperti Petar Segrt, pelatih klub sepakbola PSM Makassar yang hendak tadinya mengunjungi sanak keluarga di Jerman, juga seorang investor yang namanya tidak ingin saya sebutkan dalam blog ini. Ketiga, kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa di balik setiap optimisme harus selalu dilandasi dengan kesiapan menghadapi kejadian tak terduga.

Saya hanya berujar pada diri sendiri, “Next time should be better”. Dan, saya akan siap dengan kemungkinan yang terjadi. Keempat, saya sempat lupa bersyukur bahwa mungkin kejadian tersebut adalah salah satu caraNya menyelamatkan saya, karena di akhir hari saya baru mengetahui bahwa pesawat yang seharusnya membawa saya mengalami kerusakan.

Saya juga berharap semoga sharing  ini bisa menjadikan pengalaman untuk pembaca sekalian. Dan sukses dalam segala hal yang kalian lakukan.

Riza-Arief Putranto, 10 April 2012.

6 thoughts on “HIKMAH DIBALIK SETIAP KEJADIAN

  1. Kalau ga salah om, mulai tahun kemarin, jika ada pesawat delay lebih dari 1 jam, maskapainya wajib ngasih makanan deh.. soalnya pas waktu itu aku mau pergi ke jogja, pesawatku delay 1 jam, kami diberi makanan.. Memang terkadang kita wajib marah2 om, biar mereka kapok..

    udah bisa membayangkan, wajah om yang marah2 hihii..

  2. Selalu menjadi alasan para petugas bahwa informasi yang didapat kurang jelas dari pusat. Siapa pusat itu?

    Itulah Indonesia… saling melemparkan tanggung jawab🙂

    • hanya bisa tersenyum dan optimis di masa yang akan datang lempar tanggung jawab tidak jadi budaya di negeri kita🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s