ANDA INGIN MENYERAH ? PIKIRKAN LAGI

“Once a time, there was a guy who wants to give up. He’s feeling that life is not fair to him. Just at that very moment, he remembered about a Greek restaurant in the corner of Manhattan city. There is a big banner saying Now Serving Soup and he just started to go on and on, imagining about all the obstacles that the owner must have overcome to achieve his last long dream of serving soup. And when he asked to the owner the reason behind a soup thing, she did not say anything for a few seconds. She just sort of exhaled it, and it was almost to herself”.

Satu paragraf diatas merupakan cuplikan dialog dari sebuah film lokal yang saya tonton malam kemarin. Saya sedang tidak dalam kondisi sebagaimana saya tuliskan dalam judul diatas. Namun, sebuah paragraf diatas mengingatkan saya akan sesuatu yakni rasa ingin menyerah.

Setiap manusia diberikan kelebihan dan kekurangan. Masing-masing individu berusaha merangkul bakat mereka dan meminimalisir kelemahan mereka. Namun, satu kelemahan yang dimiliki oleh semua manusia adalah rasa ingin menyerah. Sebagaimana digambarkan dalam kehidupan ini, bahwa sekuat apapun pertahanan, hempasan kesulitan yang mendera akan membuat seorang individu lemah dan akhirnya menyerah.

Terkadang seseorang akan berfilosofi “Menyerah untuk Menang”. Namun, menyerah dalam arti sesungguhnya tidak mendatangkan sebuah kemenangan, menurut opini saya. Ketika saya mengkonfrontasikan pendapat saya ini kepada seorang sahabat, beliau berujar, “Kamu ingin menyerah? Pikirkan lagi”. Saya termenung dan berusaha memahami apa yang sahabat saya ungkapkan. Bagaimana jika saya benar-benar terpojok dalam kondisi itu wahai sahabat ? Beliau kembali berujar “Kamu sekali lagi ingin menyerah? Pikirkan lagi”. Pikirkan lagi ? “Betul kawan, pikirkan lagi”. Tentang apa? “Pikirkan lagi, tentang semua”.

Seorang Perancis pernah berujar “Une fois qu’on abandonne, on abandonnera toujours dans sa vie”. Kalimat tersebut berarti bahwa sekali kita menyerah, maka akan menjadi kebiasaan sepanjang hidup. Kenapa menyerah menjadi momok? Mudah saja bukan? Berpaling dari suatu hal menuju hal yang lainnya?

Kata “menyerah” bermakna negatif. Menyerah dalam perang berarti siap untuk ditindas. Menyerah dalam hubungan percintaan berarti siap untuk sakit hati. Menyerah dalam belajar berarti siap untuk meninggalkan pengalaman. Namun satu hal yang perlu diketahui, menyerah tidak sama dengan berserah. Berserah terlalu dini berarti menyerah.

Semua pribadi, semua individu pernah berada dalam kondisi terjepit. Pekerjaan, kehidupan sosial, sekolah, studi dan lain sebagainya, merupakan pemicu rasa ingin menyerah. Namun ketika kita ingin menyerah ? Hmm, mari kita pikirkan lagi saja. Semoga kesuksesan senantiasa bersama setiap individu yang terus berusaha.

Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com

Riza-Arief Putranto, 23 Mei 2012

5 thoughts on “ANDA INGIN MENYERAH ? PIKIRKAN LAGI

  1. Pingback: Tesis, nyerah gak ya? | Halaman Bastenggo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s