TERAPI « RIGOLOGIE » YANG UNIK DAN LUCU

Sepekan yang lalu, saya diajak seorang kolega lab untuk mengikuti sebuah terapi psikologi yang dalam bahasa Perancis disebut « thérapie de rigologie » atau kita sebut saja terapi tawa. Terapi tersebut terdengar menarik dan unik, itu sebabnya saya memutuskan untuk bergabung dan melihat bagaimana terapi tersebut.

Sesampainya di lokasi saya disambut oleh seorang trainer yang mengenakan kostum badut tanpa make up. Tanpa bertanya siapa diri saya dan maksud kedatangan, beliau langsung menarik saya masuk ke dalam kelas. Di kelas tersebut berisi beberapa orang perancis yang sedang mengikuti terapi. Sejenak saya takut. Tentu saja, seumur hidup, saya tidak pernah mengikuti terapi apapun. Dan, kata « terapi » jujur saja identik dengan mereka yang sakit, dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya.

Sang trainer memberikan kode kepada saya untuk bergabung ke dalam kerumunan orang tersebut. Di dalam kelas berukuran 30m2 tersebut, tidak ada meja dan kursi, atau sofa nyaman seperti jika kita mengunjungi psikolog. Hanya ada sebuah bantal besar di lantai berwarna merah yang sepertinya nyaman jika kita berbaring diatasnya.

Dengan masih sedikit perasaan ragu, saya bergabung. Saya bingung, berada ditengah kerumunan orang yang tertawa terus menerus. Sang trainer sungguh jago dalam memberikan candaan atau mengajarkan teknik untuk memancing tawa. Lewat permainan-permainan singkat dalam bentuk individu dan kelompok, akhirnya saya tenggelam di dalam terapi. Untuk pertama kali sejak beberapa minggu terakhir, saya tertawa lepas.

Satu teknik yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal adalah « Baragouin », yaitu mencoba berbicara dengan tempo cepat, dalam bahasa dengan mimik yang aneh. Ketika saya diminta, saya tidak tanggung-tanggung langsung teringat bahasa daerah Bumiayu, Tegal dan Boyolali, tanpa mengurangi rasa hormat. Peserta terapi otomatis langsung tertawa mendengar bahasa yang menurut mereka « aneh » dan « unik ». Saya sendiri tidak bisa menahan diri untuk tidak terbahak-bahak ketika mendengar kolega mencoba menirukan bahasa yang mirip dengan « Mandarin » itu. Teknik lain bernama  « Somnambule » juga menarik. Dengan mata tertutup, kita mencoba untuk berjalan maju ke tengah lingkaran dan tertawa begitu menyentuh orang lain.

Seusai kelas tersebut, saya merasa sungguh fresh dan saya berkesempatan untuk bertemu sang trainer. Beliau menceritakan kepada saya sejarah terapi tersebut. Adalah Corinne Cosseron yang mempopulerkan metode terapi « rigologie » tersebut pada tahun 2002 di Perancis. Madame Cosseron adalah Kepala dari International School of Laughter. Beliau menjelaskan bahwa terapi tawa merupakan terapi pelengkap dari psikoterapi. Terapi unik tersebut merupakan kombinasi dari psikologi, yoga dan meditasi tawa. « Terapi yang melibatkan emosi ini terbuka untuk semua usia », beliau menjelaskan. Kemudian, beliau juga menambahkan bahwa melepaskan tawa, otak kita melepaskan hormon endorfin yang berguna untuk menghilangkan perilaku cemas, kemudian kita dapat merasakan rileks.

Bagi saya, terapi ini tidak terlihat seperti bagaimana yang saya takutkan. Terapi tawa dapat menjadi alternatif ketika tubuh kelelahan dan ingin pergi ke tempat selain salon atau spa. Saya sangat menghargai hubungan manusia dan sosial yang terjalin selama kelas berlangsung, yang mana tidak akan kita temukan di spa.

Memang tidak selalu kita harus tertawa setiap saat. Namun, cobalah tanyakan pada diri pembaca, sudahkah tertawa lepas beberapa minggu terakhir seolah tidak ada beban dalam kehidupan sehari-hari ? Jika tidak, mungkin anda bisa mencoba terapi ini. Segala informasi mengenai terapi ini bisa dicari menggunakan media Google.

Selamat mencoba !

Sumber gambar : ladepeche.fr

Riza-Arief Putranto, 7 Juli 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s