MENIKMATI WAFEL ALA PELAJAR

Siapa yang tidak mengenal kue wafel ? Kue adonan yang dimasak dalam besi wafel bermotif sehingga memberikan bentuk dan karakteristik yang khas. Terdapat banyak variasi kue wafel berdasarkan jenis, bentuk besi dan resep yang digunakan.

Kue wafel dikonsumsi di seluruh penjuru dunia, khususnya di Belgia dan Amerika Serikat. Topping umum yang biasanya menghiasi kue wafel adalah stroberi, cokelat, gula, sirup, es krim, dan potongan buah.

– Besi wafel –

Sejarah

Dalam sejarahnya, kue wafel dan wafer (biskuit) memiliki akar etimologis yang sama. Wafre atau wafer berasal dari Inggris pada tahun 1377 yang diadopsi dari wafel Jerman Tengah, dimana huruf L berubah menjadi R. Wafel Belanda, Gauffre Perancis dan Waffel Jerman semua mengarah kepada kue yang sama.

Wafel yang sering kita lihat hari ini disebut Wafel modern, dimana ide pemanggangan menggunakan dua pelat logam yang dihubungkan dengan engsel sama seperti kue wafer yang tipis dan bermotif kotak-kotak.

Macam-macam wafel

Hari ini, kita mengenal banyak macam wafel khas negara-negara terkemuka di dunia. Semua memiliki bahan dasar yang sama namun bentuk penyajian yang berbeda. Beberapa diantara yang terkenal adalah Wafel Amerika, Belgian waffles, The Liège waffle, Grid biscuit of Hong Kong, Pandan waffles, Brunost of Norway, Rhubarb waffle of Ireland, Våffel of Sweden, dan Stroopwafel of Dutch.

Wafel Amerika memiliki banyak variasi namun paling sering dibuat menggunakan adonan beragi dengan baking powder. Sebagian besar wafel tersebut berasa manis, namun juga ditemukan di selatan Amerika Serikat, menggunakan makanan gurih seperti ayam goreng.

– Wafel Amerika –

Wafel Belgia disajikan dalam bentuk taburan gula diatasnya dengan kuantitas yang lebih kecil dibanding Wafel Amerika. Sementara Wafel Liège yang berasal dari kota dengan nama yang sama, di bagian timur Belgia memiliki ciri khas wafel padat, sangat manis dan renyah. Wafel ini diciptakan oleh seorang koki dari Pangeran Liège d abad ke-18 dan merupakan adaptasi dari adonan roti brîoche.

– Wafel Liège –

Kue grid dari Hong Kong merupakan wafel hangat yang berbentuk bundar dan dibagi empat potongan. Biasanya banyak ditemukan di pedagang kaki lima. Mereka menambahkan mentega, kacang atau gula manis disisi wafel. Umumnya, lebih lembut dibandingkan wafel dari Eropa dan didominasi warna kuning yang merupakan warna tradisional Hong Kong.

Wafel Pandan dari Vietnam merupakan salah satu yang unik karena menggunakan santan dalam adonan. Wafel ini lebih mirip kue pandan dari Indonesia dan biasanya tidak perlu ditambahkan topping.

Wafel brunost dari Norwegia dan Wafel rhubarb dari Islandia dinamakan sesuai topping yang diberikan. Brunost dan Rhubarb merupakan dua selai yang populer di kedua negara.

Stroopwafel dari Belanda adalah wafel tipis diisi sirup manis. Adonan kaku dari tepung, ragi, dan susu dibentuk dan dipotong ketika masih hangat kemudian diisi sirup.

– Stroopwafel dari Belanda –

Resep adonan

Cara membuat adonan wafel tidaklah sulit. Cukup menyediakan : 2 cangkir tepung diayak, 3 sendok teh baking powder, 1 sendok makan gula, 1/2 sendok teh garam, 3 butir telur, dipisahkan,1 1/2 cangkir susu dan 5 sendok makan mentega meleleh. Cara membuatnya adalah dengan mencampur semua bahan. Campurkan kuning telur kocok, susu, kocok sampai halus. Tuangkan adonan ke dalam besi wafel panas yang diolesi mentega. Masak sampai wafel renyah dan kecoklatan. Adonan tersebut dapat membuat 6 wafel ukuran sedang. Kemudian, sesuai kreativitas masing-masing, silahkan menambahkan topping  atau bahan pemanis lain.

Menikmati wafel ala pelajar

Pelajar identik dengan mereka yang hidupnya tidak teratur dan jarang makan makanan bergizi. Setidaknya itulah gambaran yang selalu orang ungkapkan, « Maklum lah mas, namanya juga mahasiswa. Kami tidak memiliki uang cukup ». « Selebihnya, tidak semua mahasiswa menderita kok », ujar teman saya.

Setelah mengenal sejarah wafel, jenis-jenisnya dan bagaimana membuatnya, saya hendak berbagi rahasia menikmati wafel secara sederhana. Biasanya mahasiswi lebih rajin dan ulet juga tertarik untuk ber-wafel-ria dengan membuat adonan utuh. Tapi, mahasiswa pada umumnya lebih menyukai wafel jadi.

Untuk mereka yang lebih menyukai wafel jadi, bisa dibeli di supermarket terdekat. Bagi yang tinggal di Eropa, atau Perancis seperti saya, sangat mudah menemukan wafel jadi (manis dan berbubuk gula atau juga yang polos tanpa bubuk gula).

Saya termasuk seseorang yang gemar mencampur dan bereksperimen, termasuk dengan makanan. Muncul pertanyaan saya di kepala, apakah wafel manis ini jika dicampur dengan sesuatu yang asin akan memunculkan rasa eneg ketika di makan?

Jadilah saya dengan menggunakan wafel jadi (berasa dasar manis) menambahkan telur dadar manis diatasnya dengan saus soja. Menurut saya, rasanya tidak campur aduk, namun justru memberikan intensitas rasa yang lain dan saya menyukainya.

– Wafel coba-coba dari saya –

Jika, anda, para pelajar, tertarik bisa mencobanya. Hitung-hitung, sarapan pagi berkualitas sebelum beraktivitas berat di kampus. Selamat mencoba !

Sumber informasi merupakan sebagian saduran Wikipedia & rangkuman berbagai sumber komunikasi pribadi.

Riza-Arief Putranto, 9 Juli 2012

One thought on “MENIKMATI WAFEL ALA PELAJAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s