MEMBUAT PAHAM ORANG LAIN

Anda sedang menjalani studi? Tingkat Sarjana? Master? Atau PhD? Apapun yang sedang anda jalani, saya paham satu hal. Adalah menakutkan ketika tiba giliran kita untuk mempresentasikan atau menyampaikan hasil penelitian kita di depan orang lain. Sebagian besar dari kita terjun dalam tingkatan studi (degree) tertentu tanpa dibarengi dengan kapasitas komunikatif yang mumpuni. Well, paling tidak saya mengalaminya. Dengan riset PhD berbasis biologi molekuler, saya acap kali grogi ketika ditanya oleh orang lain mengenai apa yang sedang saya lakukan. Bahkan terkadang, pertanyaan tersebut diajukan oleh sesama profesi (peneliti/dosen). Tetap saja saya bisa mendadak pucat pasi.

Saya yakin, hampir sebagian besar rekan-rekan pernah mengalami hal yang sama, kecuali beberapa diantara mereka yang saya kenal sangat komunikatif. Tanpa sengaja, saya melihat sebuah video yang saya tampilkan dibawah ini, tentang seorang PhD yang berusaha memberikan ide “menjadi komunikatif dengan cara unik”. Beliau yang bernama John Bohannon berusaha memberikan paparan bagaimana menjelaskan ilmu dengan menggunakan alat bantu lain. Saya mengutip kalimat beliau :

“The great pleasure of science is the defeat of our intuition through experimentation. But the experimentation is not the end of story because we still have to transmit that knowledge to other people. I have a PhD in molecular biology; I still barely understand what most other scientists are talking about. So as my friend was trying to explain that experiment it seemed like the more he said the less I understood. Because if you’re trying to get some of the big picture of a complex idea, to really capture its essence the fewer words you use the better. In fact the ideal maybe to use no words at all. I remembered thinking my friend could’ve explained that entire experiment with a dance.” – John Bohannon.

Ya, tarian. John merupakan penggagas sebuah acara bernama Dancer PhD yang diadakan khusus untuk para PhD student/PhD graduated agar menjelaskan riset mereka dengan menggunakan tarian. Kenapa tarian ? Itu hanya sebuah alat, dapat juga berbentuk lain. Anehnya, ide tersebut berjalan lancar dan bahkan menghasilkan beberapa pemenang serius. Mereka yang sanggup menjelaskan hasil riset mereka tanpa satu patah katapun kepada publik.

Yang saya pahami dari hal tersebut adalah bahwa komunikasi itu bersifat universal pada dasarnya. Ide dan gagasan seharusnya dapat disampaikan dengan bentuk apapun selama itu universal. Seseorang, dengan apapun latar belakang pendidikannya, mampu memahami penjelasan seseorang yang lain di luar bidang keahliannya, dengan menggunakan analogi. Itulah yang John lakukan. Seperti ujar Made Andi, “Something good doesn’t have to look difficult”.

Dalam dua minggu, saya harus berhadapan (kembali) dengan para juri/kritikus/profesor/peneliti dalam sebuah forum bernama Komite Tesis. Sebuah komite tahunan yang membahas pekerjaan PhD saya selama tahun sebelumnya dan menentukan apakah saya layak untuk lanjut dengan diberikan arahan-arahan riset. Apakah saya akan menggunakan tarian ? Tentu saja tidak. Lebih kepada metafora. Saya tidak bisa membayangkan menari di depan mereka semua, uff ! Namun yang saya pahami, akan lebih baik rasanya jika saya mencoba cara lain yang lebih sederhana ketika nanti harus berargumen.

So, find your way to make it simple, and deliver to the people.

Riza-Arief Putranto, 31 Agustus 2012.

4 thoughts on “MEMBUAT PAHAM ORANG LAIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s