NIAT UNTUK MERUBAH DUNIA

Melihat carut marut yang terjadi selama satu dasawarsa terakhir membuat siapapun yang tinggal di negeri kita tahu sepertinya sukar untuk dicari akar permasalahan pelik. Mulai dari korupsi yang menggerogoti hampir semua lini pertahanan negeri sebut saja, bidang pendidikan, agama, penelitian dan yang paling parah bidang sosial dan politik. Atau, masalah mentalitas anak bangsa yang mengalami degenerasi ? Masyarakat muda kehilangan jati diri yakni tata krama yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Masyarakat cendekia yang memiliki ilmu setinggi langit tidak dibarengi dengan EQ yang baik. Alhasil, tiada perubahan berarti pada negeri yang katanya dahulu Agraris tersebut.

Well, saya menuliskan sebuah pendahuluan yang lumayan berat untuk dicerna rupanya. Saya mungkin satu dari banyak orang yang mulai pesimis melihat masa depan Indonesia.

Malam tadi, saya bertemu dengan seseorang kawan bule. Dia adalah orang Perancis yang sedang mengambil S3 di Singapura. Dalam liburan dua minggunya di Montpellier, dia menyempatkan mampir ke rumah hanya untuk berdiskusi ala teman lama. Kawan saya tersebut bercerita tentang segala kendala yang dia hadapi selama hidup di Singapura, mulai dari bahasa hingga budaya yang berbeda. Tidak hanya orang Indonesia yang ke Perancis yang mengalami kesulitan itu, ternyata kejadian sebaliknya juga dialami bule yang berniat tinggal lama di Asia Tenggara.

Saya ingat kawan saya ini, dahulu memiliki cita-cita yang luhur dan sulit diwujudkan menurut saya, yaitu “niat untuk merubah dunia”. I want to change the world, Riza ! selalu diteriakkan dengan bersemangat. Saya dahulu berfikir bahwa untuk merubah dunia kita harus menjadi seseorang yang sangat penting, seperti Presiden, Perdana Menteri atau Bilyuner yang memiliki kuasa. Lalu, apa yang bisa dilakukan seorang Perancis di negeri asing sana dan mau merubah dunia ? Dalam diskusi tadi, saya tanyakan kembali niatnya tiga tahun yang lalu itu.

One random act of kindness at a time is the solution to change the world, katanya. Dia bercerita tentang menampung seorang anak asuh di apartemennya di Singapura, kemudian membantu pelajar Singapura yang ingin belajar bahasa Perancis. Dia juga melakukan kegiatan sosial berkala, seperti menjadi sukarelawan ke negara tetangga Singapura seperti Indonesia dan Malaysia dalam program pendidikan. Ya, one random act of kindness.

Sekecil apapun niat kita untuk membantu orang dan menyebarkan kebaikan, itu akan merubah dunia. Well, mungkin masih terlihat mengawang. Saya bayangkan penduduk di sebuah negara, seperti Indonesia melakukan one random act of kindness per hari. Jika penduduk Indonesia berjumlah 260 juta orang, separuh saja melakukan kebaikan maka terhitung ada 130 juta kebaikan per hari, 910 juta kebaikan per minggu, 3.6 milyar kebaikan per bulan, 43,8 trilyun kebaikan per tahun. 437 trilyun kebaikan dalam 1 dasawarsa. Wow ! Sebanyak itukah jumlah kebaikan di negara kita dalam 10 tahun ? Dalam jumlah tersebut tentu, saya kini yakin bahwa itu akan merubah Indonesia. Perubahan di Indonesia tentu akan berdampak pada perubahan di dunia bukan ? Inilah maksud kawan saya tersebut dengan one random act of kindness.

Tentu hitungan matematis merupakan bentuk perwujudan probabilitas dan perkiraan, dengan kata lain mencari harapan. Well¸manusia merupakan makhluk yang mempertimbangkan apapun termasuk harapan meskipun kecil. Saya jadi semakin bersemangat dan yakin, seperti kegiatan bersama kawan-kawan di Montpellier ini akan membantu Indonesia, meski sangat kecil. Jika saya bersemangat untuk kembali berbuat kebaikan, bagaimana dengan anda? Mari merubah dunia.

Sumber gambar : forums.familyfriendpoems.com

Riza-Arief Putranto, 20 September 2012.

2 thoughts on “NIAT UNTUK MERUBAH DUNIA

  1. Kebetulan saya pernah bertemu dengan seorang peneliti asal finland yang melakukan hal serupa. Beliau membuat program Fighting for lives untuk membantu anak jalanan di seluruh dunia. Salah satunya indonesia, dulu pas ke jogja kebetulan pernah kerjasama sama ksk..
    jadi malu sebagai orang indonesia.. hehe….

    • Ga perlu besar lho berbuat baik itu, bisa dengan membantu orang menyeberang jalan. Selama masih ada kebajikan, saya yakin masih ada harapan untuk semua🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s