PISAU BERMATA DUA

Bagi mereka yang update via internet atau melihat televisi Perancis pagi ini tentu menyadari sebuah berita cukup mengejutkan tentang situs jejaring sosial Facebook. Ya, Facebook diklaim banyak penggunanya telah memunculkan pesan-pesan inbox lama kita di wall orang yang dituju, dan sebaliknya. Berita selengkapnya silahkan di akses disini atau disini.

Pagi tadi, setelah melihat berita televisi, saya iseng melakukan check up pada Facebook saya yang sebenarnya sudah mulai saya tinggalkan. Ternyata memang benar, sebagian pesan inbox saya ada di wall teman yang saya kirimi, dan sebaliknya. Well, pesan tersebut hanyalah pesan biasa sehingga saya tidak begitu mencemaskan.

Namun, sebagian besar pengguna yang protes (Eropa, US dan sebagian Asia) menyebutkan pesan-pesan pribadi mereka terpapar pada publik. Ada yang menulis kejelekan orang lain, ada yang membicarakan keluarga sendiri, hingga bos di kantor. Pihak Facebook sendiri menyatakan tidak ada pesan pribadi pengguna yang muncul di wall. But hey,  setiap pihak yang disalahkan akan selalu menjawab seperti itu bukan ?

Bagi saya, kejadian ini membukakan mata (sekali lagi) bahwa teknologi informasi yang cepat via jejaring sosial sebenarnya adalah pisau bermata dua. Jika kita tidak berhati-hati, maka kita bisa tersayat pisau tersebut. Pertanyaannya kemudian berbalik, kenapa juga ya kita tuliskan hal-hal pribadi disebuah “wadah penampungan” seperti Facebook ?. Jika memang pesan itu pribadi, tidak seharusnya kita menuliskannya.

Pendapat tersebut tentu akan dibantah oleh mereka yang memang membutuhkan media untuk berekspresi. Pada masa sekarang ini, diskusi atau bercurhat secara langsung sembari ngopi mungkin bukan lagi solusi. Jarak dan waktu yang berbeda membuat kita berpegang pada situs jejaring sosial. Well, bagaimana dengan email ? Tampaknya, email saat ini menjadi media sekunder setelah situs jejaring sosial. Pertanyaan berikut : jika situs jejaring sosial pun tumbang terkena bug maka begitu pula email.

Well, pada intinya kita harus berhati-hati dengan penggunaan teknologi informasi. Kejadian ini mengingatkan kita untuk tidak menuliskan sesuatu yang bersifat pribadi dimanapun. Seyogyanya, itu dikatakan pribadi, karena hanya kita yang tahu dan tidak terlacak di imprinting manapun bukan ?

Sumber gambar : ezonances.blog.lemonde.fr

Riza-Arief Putranto, 25 September 2012.

2 thoughts on “PISAU BERMATA DUA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s