MARI MENJADI ORANG MANDIRI

Apa sih mas kira-kira modal yang harus saya miliki untuk bisa sekolah ke luar negeri?”. Pertanyaan tersebut sudah sangat sering mampir ke saya. Sebagian besar penanya adalah adik-adik yang sungguh bersemangat untuk melanjutkan studi mereka ke LN. Secara pribadi, saya senang melihat banyaknya minat anak muda Indonesia yang ingin memperkaya khasanah ilmu mereka. Tentu saja jawaban saya mengarah kepada niat untuk datang dengan beasiswa atau dana pribadi.

Untuk mereka yang berniat datang dengan beasiswa, saya menyimak pertanyaan yang selanjutnya mereka sodorkan kepada saya, “Jadi saya harus ber-IQ tinggi, pandai dan memiliki kemampuan bahasa (TOEFL, DELF/DALF, TOEC) yang mumpuni ya mas?”. Tentu saja, tanpa berfikir panjang, itulah jawaban paling logis. Pada hampir semua beasiswa, seleksi memang didasarkan atas kemampuan intelegensia seseorang karena merupakan faktor yang terukur (nilai, ijazah, kursus dsb).

Namun bagi saya ada hal lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu kecerdasan emosional atau yang sering disingkat EQ (Emotional Quotient). Dan diantara sekian banyak karakter EQ ada satu yang bagi saya merupakan garda depan jika seseorang berencana melanjutkan studi ke LN, yaitu kemandirian. Mandiri, seperti sebuah nama bank swasta di Indonesia, merupakan  satu kata, mudah diucapkan dan mudah diingat. Tapi, memiliki sifat mandiri, sepertinya bukan hal yang mudah untuk sebagian orang.

Akhir-akhir ini, setiap kali saya ditanya oleh siapapun tentang apa yang mereka perlukan  untuk bisa melanjutkan studi di LN, saya menjawab “Siapkah anda untuk mandiri?”. Kemandirian itu terkait dengan karakter seseorang. Untuk bisa mandiri, seseorang harus bisa belajar untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah sendiri. Untuk bisa menganalisa dan menyelesaikan masalah, seseorang harus memiliki niat dan usaha untuk melakukan itu. Menuliskan kalimat tersebut jauh lebih mudah dibanding melaksanakannya. Tapi, saya yakin, semua berasal dari niat. Jika seseorang memang tidak berniat mandiri, maka selamanya dia tidak akan mandiri.

Lalu kenapa mandiri penting ketika kita studi di LN mas?”. Saya mengambil contoh negeri dimana saya tinggal sekarang, yakni Perancis. Dari sudut pandang kehidupan universitas, budaya di negeri ini menuntut kerja independen dari mahasiswa. Meminjam catatan bukanlah jaminan kesuksesan kuliah. Silahkan bertanya kepada mereka yang menjalani Licence/Master di Perancis. Jika kita tidak bisa menemukan solusi mandiri seperti mencari literatur dsb, maka silahkan mengucapkan selamat tinggal kepada gelar yang kita incar. Dari sudut pandang kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan sosial dengan sesama pelajar dari negeri sendiri, kemandirian diperlukan untuk mencegah konflik yang diakibatkan seseorang yang selalu bergantung pada orang lain. Perlu diingat bahwa tiap orang membawa masalah pribadi mereka dan tiada seorangpun yang ingin kehidupan mereka dihabiskan untuk orang lain.

Nah, dengan sikap mandiri, saya kira, sesulit apapun studi dan kehidupan sosial kita di LN, akan kita lewati dengan relatif mudah. Jadi sebelum melangkahkan kaki dalam studi di LN, sudahkah kita meniatkan mandiri di dalam diri kita ?

Sukses selalu untuk semuanya.

Sumber gambar : http://globaltrendcapital.com

Riza-Arief Putranto, 4 Oktober 2012.

10 thoughts on “MARI MENJADI ORANG MANDIRI

  1. Mantap mas artikelnya. Kemandirian emg sangat penting, terutama apabila kita tinggal negara yang penduduknya serba cuek dan individualis seperti perancis. Kalo gak mandiri, kita bisa mati berdiri..🙂

    • Tentu saja, niat dan passion adalah hal utama. Sifat mandiri datang dari niat juga. Niat lebih ke keinginan nah mandiri adalah tool untuk sukses. Yuk ramai-ramai sekolah ke LN🙂

  2. wehehe. Beneran mas, saya yang baru persiapan bahasa saja, belajar mandiri aja susah bener memotivasinya😛 semoga segera dapat feel-nya segera. awal tahun depan sudah mulai kuliah😀 Sampai kapan di prancis? nek duwe rejeki mampir maning😛

    • Akhirnya sekolah jauh juga ya. Insyaallah dapat feel-nya. Di Perancis masih cukup lama, kabari kalo mampir dan sukses kuliahnya. Salam buat mas-mu🙂

  3. mandiri tidak mudah mas, sekarang mencoba mandiri dari hal yg kecil pun tdk gampang namun beginilah proses belajar, semua tidak instan😀

    • Dewasa itu pilihan, menjadi tua itu mutlak. Yang penting bisa terus belajar dari kehidupan. Semangat ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s