PERFECT CAKE

Sebagian kawan-kawan blogger saya menuliskan tentang makna hari pahlawan pada tanggal 10 November. Bahkan diantara mereka dengan serius membahas tentang arti pahlawan dan kemajuan bangsa. Hari pahlawan merupakan momen yang spesial untuk saya, terkait bersamaan dengan hari tanggap warsa pahlawan saya, yaitu istri tercinta. Ketika ada seorang kawan bertanya kepada saya, “pahlawan itu adalah”, maka saya akan menjawab “istri saya”.

Satu tahun yang lalu saya pernah bercerita tentang hari ulang tahun pasangan hidup pada posting yang berjudul “Imperfect cake”. Sebagaimana diketahui, istri saya berada di Indonesia dan tidak bersama saya di Perancis. Ceritanya sungguh panjang, namun pada dasarnya kami berdua sudah siap dengan perpisahan sementara ini.

Ada sebuah kesamaan cerita dari tahun lalu dan sekarang, yaitu hujan deras yang menghiasai malam di mana saya biasa hunting cake untuk ditampilkan saat kami berkomunikasi via Skype pada tengah malam. Yang berbeda adalah tahun ini, cake saya tidak penyet digencet orang (baca kembali Imperfect cake). Saya menjaga dengan baik cake tersebut bahkan rela berdiri membelakangi pintu keluar supaya tidak ada seorangpun yang mendorong dan kemungkinan menggencet cake tersebut. Untuk mencegah cake tersebut rusak karena air hujan, saya sebelumnya meminta kepada patisserie (toko kue) untuk membuatkan bungkus khusus dari plastik.

Saya membeli cake tersebut di sebuah toko yang berjarak 4 km dari rumah. Dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus dan tram, saya bisa mencapai toko tersebut dalam 45 menit dari rumah. Sesampainya di toko tersebut, saya mengantri. Sepertinya pada hari itu, banyak yang berulang tahun juga atau hanya sekedar ingin menikmati bon dessert (makanan penutup yang enak). Ketika saya sampai di depan etalase, sang penjual menjelaskan kepada saya bahwa cake untuk ulang tahun sudah habis. Hanya tersisa beberapa pain au chocolat dan croissant saja. Uhh, saya tidak menginginkan itu.

Saya menjelaskan kepada penjual bahwa saya tidak memiliki tempat lain lagi untuk membeli cake, juga karena sebentar lagi semua toko akan tutup. Di Perancis, toko tutup umumnya pada pukul 19h. Melihat saya sedikit kebingungan, dia berujar kepada saya sang gadis penjual, “Attendez monsieur, je pense que j’ai encore quelque chose de spécial pour vous” (tunggu tuan, saya sepertinya masih memiliki sesuatu yang spesial untuk anda).

Ketika sang penjual kembali dia membawakan saya sebuah tarte aux fraises yang lucu dan megah. Saya senang dengan cake tersebut dan langsung membelinya. Sesampainya di rumah, saya mempersiapkan segala sesuatu termasuk lilin dan komputer untuk komunikasi via Skype. Tahun ini, cake yang saya siapkan sempurna.

Meskipun kami belum bisa merayakannya secara langsung, tapi saya paham satu hal. Bahwa berbagi dengan seseorang yang kita kasihi, tidak hanya bisa dilakukan ketika kita dekat. Dahulu saya percaya LDR (Long Distance Relationship) itu 90% kegagalan. Namun ketika LDR tersebut didasari dengan ikatan suci pernikahan, everything’s change. You’re in relationship with her/him because you truly love her not because you’re afraid of losing her/him.

Dari semua pengalaman hunting cake ini, bagian yang terbaik adalah setelah selesai Skype, I get to eat all the cake. Sampai jumpa tahun depan pumpkin, sepertinya kita sudah bisa merayakannya berdua…

Riza-Arief Putranto, 10 November 2012.

3 thoughts on “PERFECT CAKE

  1. Pingback: MAKNA SEBUAH ULANG TAHUN 2 | Chez Putranto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s