HAMEMAYU HAYUNING BAWANA

Bagi mereka yang tidak mengerti bahasa Jawa tentu saja bakal bertanya-tanya tentang makna judul diatas. Pepatah Jawa ini secara harfiah memiliki arti mempercantik dunia yang cantik. Pepatah tersebut menyarankan agar setiap insan manusia dapat menjadi agen pelaksana bagi tujuan itu. Bukan hanya mempercantik atau membuat indah kondisi dunia dalam pengertian lahiriah, namun juga membuat ‘hayu’. Hayu tersebut berasal dari kata ‘rahayu’ yang bermakna selamat dan sejahtera.

Dengan demikian, pepatah tersebut sebenarnya ingin menyatakan bahwa alangkah indah, selamat, cantik, dan eloknya kehidupan di dunia ini jika manusia yang menghuninya bisa menjadi agen bagi hamemayu hayuning bawana itu. Setiap manusia disarankan untuk tidak merusak dunia dengan perilaku-perilaku kurang terpuji. Perilaku yang demikian tentu akan berbalik kepada pelaku sendiri dan juga lingkungannya. Hal inilah yang merusakkan dunia.

Kemudian makna dalam pengertian ‘hamemayu’ ini tentu berasal dari lahir dan batin. Keduanya harus seimbang dan tanpanya hamemayu hayuning bawana tersebut akan gagal. Segala tindakan seyogyanya didasarkan pada ketulusan sehingga tidak menimbulkan pamrih yang justru menjadi bumerang.

Setiap kali sebuah pepatah dapat diinterpretasikan oleh pribadi yang berbeda, yang menghasilkan penerapan yang berbeda dalam kehidupan. Saya percaya bahwa dalam hubungan sosial dengan orang lain, hamemayu hayuning bawana adalah filosofi yang pertama kali akan menentukan baik buruknya hubungan tersebut. Ketika kita bersosialisasi, apakah niat pertama yang muncul di hati kita ? Membantu ? Sekedar berteman ? Atau menjalin koneksi secara profesional ?

Saya sendiri sering salah menempatkan niat ketika mengawali sebuah hubungan sosial. Namun, selalu ada rekompensasi yang saya sadari beberapa saat kemudian. Artinya hamemayu hayuning bawana  ini bisa diaplikasikan tidak hanya ketika niat pertama, namun sebagai koreksi atas niatan pertama (jika niatan itu tidak baik).

Jika kita menyukai seseorang, ungkapkanlah dengan jujur. Siapkanlah diri dengan lapang dada akan jawaban yang tidak sesuai dari sang lawan jenis. Jika kita sedang gundah gulana karena perilaku miring sahabat, tabahkanlah hati. Berikanlah dukungan terbaik yang pernah anda berikan kepada seorang sahabat. Jika kita menemukan ketidakcocokan dengan orang lain dalam sebuah komunitas, anggaplah itu bagian dari keanekaragaman manusia. Belajar bahkan dari mereka yang tidak sesuai dengan kita.

Mari mempercantik dunia.

Sumber gambar : http://profile.ak.fbcdn.net

Riza-Arief Putranto, 26 November 2012.

5 thoughts on “HAMEMAYU HAYUNING BAWANA

  1. Pingback: MEMAHAMI SIFAT MENGALAH MANUSIA DENGAN HUKUM FISIKA « Chez Putranto

  2. Bguz bgt postingannya, maz Riza..
    Saderengipun nyuwun pangapunten,
    sekedar saran saja,. Penulisan “Bawono” yang benar adalah “Bawana”.
    Matur nuwun.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s