MENCONTEK

Selamat tahun baru pembaca semua ! Semoga senantiasa dalam keadaan baik. H+3 tahun 2013, saya memulai dengan sebuah cerita sederhana.

Dalam perjalanan menuju café sore tadi untuk melepas penat setelah seharian bekerja di lab, saya tanpa sengaja menguping pembicaraan dua orang asing di dalam bus. Keduanya, yang menurut saya berasal dari salah satu negara di Asia Tenggara berbicara mengenai sulitnya ujian di Prancis. Mereka sendiri sepertinya sedang menjalani studi Master di salah satu Universitas di Montpellier. Orang pertama mengungkapkan perbedaan mencolok antara materi bahan ajar dan soal ujian yang terkadang lebih ke praktisi. Orang kedua mengeluhkan soal ujian yang berbentuk essai dan bukan Question Of Multiple Choices (QMC) alias Pilihan Ganda. Sampai akhirnya, saya mendengar salah seorang dari mereka berujar “Andai kita bisa mencontek seperti di negeri kita yah”. Ya, saya tidak salah dengar. Mencontek. Saya tersenyum simpul mendengar itu.

Menurut MalesBangetDotCom (MBDC), sebuah situs parodi di Youtube, mencontek adalah cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan jawaban ilegal dan biasa dilakukan oleh siswa yang tidak siap menjalani ujian. Jika saya boleh memperluas makna, mencontek adalah tindakan melemahkan diri sendiri agar mempermudah menjawab pertanyaan ujian. Jika anda tertarik tentang bagaimana mencontek yang baik, sebuah video parodi ini mungkin bisa membantu :

Pikiran saya kemudian melayang ke masa saya duduk di bangku SD, SMP dan SMU. Seingat saya, tidak pernah sekalipun saya mencontek. Bukan apa-apa, tapi lebih karena saya saat kecil takut sekali untuk dihukum. Benar, saya penakut sekali saat itu. Tidak pernah sekalipun saya mencoba melakukan hal-hal yang bisa mengantar saya ketemu guru BK, maklum beliau luar biasa killer. Saya pernah mendapatkan nilai terburuk di kelas karena tidak siap belajar dan tidak mencontek, sementara teman-teman saya mendapatkan nilai yang terbaik. Ya, pada masa itu nilai untuk seorang pelajar adalah segalanya dan mungkin masih berlaku hingga hari ini. Pernah kan kita mendengar banyak kasus mencontek UAN di Indonesia pada tahun-tahun belakangan ini ?

Saya yakin kepada rekan-rekan pelajar di Prancis, akan kurang lebih setuju, bahwa ketika datang belajar di negeri Napoleon ini kita disuguhkan yang namanya “belajar” yang sesungguhnya. Sistem pembelajaran yang menuntut siswa mandiri dan percaya diri. Pengalaman pribadi saya, tidak sekalipun selama ujian Master dahulu ada soal QMC. Selalu essai. Soal model tersebut mampu menilai kapasitas pemahaman seorang pelajar pada subyek mata kuliah. Menurut Profesor saya, segi positif soal essai adalah tidak ada jawaban yang salah, hanya kurang benar. Tidak ada gunanya mencontek kepada teman sebelah, karena individu memiliki cara masing-masing untuk menjawab.

Semua ada pada sistem penilaian dan kembali kepada pribadi masing-masing. Saya pernah menyimpulkan kepada mahasiswa bimbingan saya dahulu bahwa, “nilai tinggi itu berakhir di dinding (di pajang sebagai pigura), namun pemahaman tinggi itu berakhir pada aplikasi untuk kemaslahatan diri sendiri dan orang banyak”.

Hari ini saya mengambil intisari dari sebuah pembicaraan kecil, walau diperoleh dengan menguping tanpa sengaja. Mari mengingatkan diri sendiri tentang norma-norma baik yang kelak mungkin akan membantu hidup kita di masa yang akan datang.

Riza-Arief Putranto, 3 Januari 2013.

4 thoughts on “MENCONTEK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s