SEBELUM BERTANYA “KENAPA”

Hari Minggu, 27 Januari.

Dengan wajah serius, Kimchi bertanya kepada Sandy, “Kenapa sih teman-teman menjauhi aku ?”. Sandy yang bingung menanggapi hanya mampu tersenyum pasrah. “Aku benar-benar merasa seperti itu San”, lanjut Kimchi. Tak pelak Sandy pun berceletuk, “Mungkin hanya perasaan Mbak Kimchi saja, saya sih ga merasa seperti itu”.

“Ah, pokoknya aku yakin, perasaanku ini tidak salah. Teman-teman memang ga ada yang baik, mereka munafik”, ketus Kimchi. “Iya iya, sabar yah mbak”, Sandy mencoba menenangkan.

6 hari sebelumnya, hari Senin, 21 Januari.

(Telpon berdering). Umi mengangkat telpon. “Halo, Mbak Umi yah. Ini aku Kimchi mbak. Pagi ini kita berangkat bareng ke kampus yah, ada hal penting yang harus aku bicarakan sama mbak. Emergency !”. “Oh begitu, baiklah Kimchi”, balas Umi dengan nada bingung.

Umi menunggu di halte bus sudah lebih dari 45 menit. Suhu udara cukup dingin. Umi menggigil. (Telpon berdering). “Aduh mbak Umi, duluan aja deh ya, aku tiba-tiba malas keluar kasur. Perutku juga mulas-mulas”, kilah Kimchi bersemangat. “Ah gitu ya”, Umi kecewa dalam hati.

Hari Rabu, 23 Januari.

Kimchi dan Ramli belanja bersama di sebuah toko serba ada. “Ah tiba-tiba aku lapar, kita makan di restoran yuk, Ramli”, ajak Kimchi. Ramli sebenarnya masih ingin berbelanja karena besok dia tidak sempat lagi dan sudah tidak memiliki apa-apa di dalam kulkas. “Uhm, baiklah. Sekarang ya ?”, ujar Ramli. “Iya sekarang, sangat lapar nih”, tegas Kimchi.

(Dalam tram menuju restoran). “Ah, aku ga jadi makan di restoran. Mendadak ingin beli baju saja di mall. Aku turun disini ya”, celetuk Kimchi tiba-tiba. Kimchi turun dari tram dan menuju pusat perbelanjaan. “Uhm..”, gumam Ramli.

Hari Jumat, 25 Januari.

(Multiple chatting Blackberry). Kimchi : “Halo teman-teman, kita makan siang bareng yuk di kebab deket kampus”. Paijo : “Waduh Kimchi, saranku sih makan di rumahku aja, biar hemat. Aku masak banyak”. Umi : “Ide bagus Jo, saya join lah”. Sandy : “Saya juga ikut ke rumah Paijo”. Ramli : “Syukurlah, lagi bokek nih. Ane ke tempet ente ye Jo”. Sari : “Boleh tuh”. Kling ! (Suara BBM). Kimchi : “Aku ga ikut deh. Tiba-tiba ga enak badan, mau istirahat aja di rumah. Rumah Paijo cukup jauh”.

Sehabis makan siang dari rumah Paijo, Sandy dan Sari berpapasan dengan Kimchi di depan kampus. “Lho bukannya lagi ga enak badan, kok keluar rumah, nanti sakit lho Mbak Kimchi”, sapa Sari lembut. “Aku belum main seharian, gpp lah”, Kimchi berkilah.

Hari Sabtu, 26 Januari.

(Email). “Dear friends. Hari ini cuaca cerah sekali. Yuk, kita berjalan-jalan ke taman, lalu makan Risotto di restoran Italia. Habis itu bisa juga nonton film di bioskop. Tertanda, Kimchi”. (Tidak ada seorang pun membalas email tersebut).

“Sebelum bertanya kenapa, tanyakan dulu apa yang sudah kita lakukan”

Sumber gambar : http://web-images.chacha.com

Riza-Arief Putranto, 31 Januari 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s