MARET DAN APRIL TAHUN INI

Pagi ini, saya kembali menginjakkan kaki di Paris. Selama beberapa saat, saya terdiam dan mencoba untuk menyadarkan diri bahwa saya sudah kembali (lagi) kemari. Udara di ibukota ini masih terasa sama sejak saya menginjakkan kaki pada tanggal 2 Agustus tahun 2008. Masih dengan udara dingin yang menusuk relung paru-paru. Masih dengan banyaknya orang berlalu-lalang dengan jas mereka yang keren. Masih dengan lenggak-lenggok gadis-gadis bule dengan kopor mereka yang berwarna-warni.

Sebulan terakhir merupakan liburan terbaik yang pernah saya dapatkan selama 5 tahun terakhir. Berlalu lalang di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Semarang,  Magelang, Jember, Pasuruan, Surabaya hingga Palembang. Melepaskan hasrat menyetir saya dari kendaraan roda empat hingga motor bebek. Melepaskan hasrat kuliner yang menggebu mulai dari Indomie goreng warung depan rumah hingga teh hangat tiada tara dari istri tercinta. Melepaskan hasrat ngafé dari Starbucks, The Coffee Bean, Excelso, Paris Café hingga Kopi Luwak Jember. Melepaskan hasrat berbelanja (sudah seperti orang gila) dari kacamata baru hingga couple t-shirt. Melepaskan hasrat nonton film di bioskop walau bukan box office yang diputar. Bertemu sahabat-sahabat baru dan lama, dari yang masih bujang, pengangguran hingga mereka yang sudah menjadi pejabat. Semuanya seolah seperti dendam kesumat akan rindu saya terhadap negeri sendiri.

Semua keindahan itu terasa sempurna karena saya didampingi oleh istri tercinta. Sempurna karena saya sempat berkunjung ke kampus UGM tercinta untuk share pengalaman dengan kawan-kawan dari KSK Biogama. Sempurna karena beberapa kolega lama masih mau menerima saya di rumah sederhana mereka.

Kembalinya saya ke Prancis kali ini adalah chapter terakhir dari episode hidup saya yang berjudul “Merantau Ilmu di Negeri Napoleon”. Chapter yang ditandai dengan hari lahir saya, 12 April. Seorang petugas bandara Paris pun berujar, “Kenapa anda bepergian pada hari ultah anda? Sayang sekali”. Saya menjawab, “Tidak mengapa, justru perjalanan ini adalah penanda momen penting saya”. Momen untuk tidak boleh bermalas-malasan dan bekerja lebih keras lagi.

Chapter ini tentu saja harus saya akhiri dengan berita baik. Chapter yang akan membuat semua perjuangan ini terasa manis. So, I’ll do my best dan berharap mendapatkan yang terbaik.

Sumber gambar: http://abetterwaybankruptcy.com/

Riza-Arief Putranto, 13 April 2013. Menyemangati diri sendiri.

6 thoughts on “MARET DAN APRIL TAHUN INI

  1. makasih juga mas riza udah sempet ngobrol dengan kita2, harapan itu masih ada setelah kemarin menyaksikan ka balai yg baru memimpin rapat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s