SEMUA ORANG BUTUH RUANG SENDIRI

“It is clear that personal space invasion is related to increases in physiological stress; thus, an important function of maintenance of personal space zones may be to protect people from excessive stress.” – Feldman.

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, kenapa kita membutuhkan ruang pribadi ? Dalam hubungan sosial dengan orang lain kita sering mendengar kalimat “maaf aku sedang butuh untuk sendiri”. Seorang kekasih yang bilang “mungkin kita jangan bertemu dulu” mengindikasikan bahwa dia sedang membutuhkan ruang sendiri. Kalimat yang membuat lawan bicara terkadang berfikir bahwa kekasih tersebut congkak, angkuh atau sombong. Bahkan tidak jarang disangka sudah tidak ingin lagi menjalin hubungan percintaan. Hal ini berlaku sama untuk hubungan sosial lain seperti pertemanan, perkantoran dan lain sebagainya.

Agar bisa menjawab pertanyaan diatas, saya terkadang menganalogikan manusia dengan tanaman. Contoh paling mudah adalah dengan melihat ladang pertanian atau perkebunan. Saya yang sering bepergian ke perkebunan karet, tentu sudah tidak heran dengan jarak tanam 6 x 3 m. Angka tersebut merupakan “ruang pribadi” yang dibutuhkan sebuah tanaman karet terhadap tanaman karet yang lain. Tanaman karet butuh ruang tersebut untuk pertumbuhan akar. Tanaman karet butuh ruang tersebut untuk penyerapan hara maksimal. Juga, mereka membutuhkan memperoleh intensitas cahaya matahari yang sama. Tanaman karet merupakan jenis pohon dengan kanopi dimana dominasi satu tanaman atas tanaman lain seperti menutup jalannya cahaya matahari akan membuat tanaman karet tumbuh kerdil. Jadi, 6 x 3 m untuk sebuah tanaman karet.

Lalu, manusia ? Saya tidak tahu dengan pasti, karena makhluk yang dikatakan dominan di muka bumi ini merupakan spesies paling kompleks. Seseorang mungkin membutuhkan ruang pribadi sebesar kamar kos. Namun ada pula yang membutuhkan ruang pribadi sebesar lapangan bola. Jujur, saya tidak tahu.

Menurut Robert S. Feldman dalam bukunya ‘Social Psychology’ (1985), menjelaskan bahwa ruang pribadi merupakan bentuk usaha perlindungan, pengurangan stres dan fokus. Terlalu dekat dengan seseorang membuat kita tidak nyaman ? Tekanan seseorang membuat kita stres ? Terlalu sering dilibatkan dalam masalah orang lain ? Posesif ? Ketergantungan terhadap orang lain ? Bentuk invasi ruang pribadi sangat beragam wujudnya, mulai dari bentuk verbal (bahasa) hingga non verbal (perilaku). Pertemuan eksesif ? Overload dalam komunikasi ?

Kehidupan harmonis antar manusia hanya dapat terbentuk ketika masing-masing individu memberikan ruang pribadi untuk “tetangga” mereka. Berikan mereka jeda waktu dan pengaturan jangka waktu bertemu. Lihatlah tanaman karet yang tumbuh tinggi dan rapi berkat 6 x 3 m.

Mari menjadi pribadi yang mengerti menghargai ruang orang lain, maka niscaya kita diberikan pula ruang pribadi untuk tumbuh lebih baik.

Sumber gambar : http://lizprovasi.files.wordpress.com/

Riza-Arief Putranto, 17 Mei 2013. Refleksi dini hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s