BIOLOGI MOLEKULER UNTUK MENGUNGKAP RAHASIA YANG TAK TAMPAK

OPINI SAINS. Biologi molekuler merupakan cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang basis molekuler dari sebuah aktivitas biologi. Sesuai namanya biologi molekuler terkait dengan mencoba “melihat” dan memahami sesuatu yang kasat mata yaitu pada tingkat molekul. Berapa sih ukuran molekul itu ? Yakni sekitar 0.74 Armstrong (molekul hidrogen) hingga 1000 Armstrong (molekul silika). Berapa sih itu ? Jika harus dianalogikan, silahkan bayangkan helai rambut anda, dicacah menjadi 1000x lebih kecil.

Pada dasarnya, saking kecilnya hal yang harus dilihat, para peneliti yang berkutat di bidang tersebut seolah seperti dukun yang berurusan dengan makhluk halus. Kami berusaha untuk membuat yang tidak tampak menjadi tampak. Bahkan juga, kami berusaha untuk bereksperimen dengan molekul yang tidak tampak tersebut dan berusaha memahami proses yang terjadi. Contoh lain sahabat biologi molekuler adalah ilmu fisika kuantum dengan segala atom-atom dan partikel tak terlihat.

Orang awam pada umumnya akan terkesiap jika mendengar kata kunci “biologi molekuler”. Kata-kata semacam “keren”, “sulit”, “rumit” dan sebagainya kerap menghiasi opini tentang ilmu tersebut. Percayalah, biologi molekuler sama seperti ilmu sains lainnya yang mungkin pembaca sedang geluti sebagai bidang pekerjaan.

Kenapa menurut anda biologi molekuler itu penting di masa modern ini? Semua ilmu sains berusaha untuk mengungkapkan kebenaran dan mencari jawaban atas permasalahan yang pastinya terkait dengan kehidupan manusia. Pernahkah anda mendengar pepatah bahwa “semua hal yang besar berasal dari sesuatu yang kecil”? Secara harfiah, dengan mempelajari biologi molekuler kita mampu memahami lebih baik proses biologi pada skala mikroskopik.

Banyak kemajuan yang diperoleh di dunia kedokteran modern berasal dari genetika molekuler. Ambil contoh sebuah penyakit bernama fibrosis sistik. Penjelasan umum tentang penyakit ini adalah bahwa penderita mengalami penumpukan fibrosis dan pembentukan kista pada kelenjar pankreas, saluran pernapasan dan pencernaan. Dari sudut pandang molekuler, fibrosis sistik disebabkan oleh seseorang yang memiliki dua copy gen protein cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) yang pada tubuh normal hanya ada satu. Cara penyembuhan penyakit tersebut adalah dengan menginjeksikan gen “normal” CFTR yang dapat diperoleh dari manusia lain yang normal melalui teknik injeksi ke jaringan paru-paru penderita.

Contoh lain adalah penyakit kanker yang disebabkan oleh malfungsi genetik. Biologi molekuler merupakan alat yang tepat untuk menemukan gen yang menjadi penyebab kanker dan memperbaikinya. Dunia kedokteran modern mulai menggunakan pendekatan ini dibanding mengatasi gejala kanker via pengobatan kimia seperti yang masih dilakukan hingga hari ini.

Rekayasa genetika tanaman pangan dapat menyediakan cukup bahan makanan untuk populasi dunia yang meningkat secara tajam pada 50 tahun mendatang. Kalimat tersebut terkesan kontroversial, namun saya percaya dengan banyak riset, kita pasti bisa menemukan solusi agar ini dapat diterima oleh masyarakat umum dunia. Beberapa komunitas dunia mungkin tidak akan menerima hal tersebut, namun bagi saya itu lebih kepada politik, bukan sains.

Pentingnya biologi molekuler ? Jika saya harus merangkum, lihatlah terapi genetis, rekayasa genetika, terapi kanker, ketahanan antibiotik untuk AIDS dan hepatitis dan sebagainya, daftar yang tidak akan pernah habis. Dan, kartu as dari perkembangan biologi molekuler adalah Proyek Genom Manusia yang sepertinya akan membuat dunia kedokteran bekerja lebih efektif dan efisien dalam penyembuhan penyakit.

Sumber gambar : http://njms.umdnj.edu/

Riza-Arief Putranto. Refleksi seorang peneliti. 10 Juni 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s