MANUSIA ITU PADA DASARNYA TIDAK LEBAY

Cuaca hari ini panas sekali. Tidak ada yang memungkiri, betapa musim panas kali menyengat. Saya sedang duduk di sebuah ruangan eksperimen dan memandang keluar jendela. Fatamorgana terlihat ketika pandangan saya mengarah kepada aspal tempat parkir. Seolah air menguap dari sela-sela aspal tersebut.

Mendadak seorang kolega Prancis masuk ke ruangan. Sembari membawa beberapa peralatan eksperimen, dia berujar “Ah panas sekali, aku akan meleleh..”. Mendengar komentar dia, saya tersenyum simpul. Bisakah seorang manusia meleleh? Saya kemudian berkelakar, “Kamu tidak akan meleleh. Paling hanya berkeringat”.  Mendengar itu, dia berkernyit dan menimpali “Terima saja, aku sedang ber-hiperbola”. Saya kemudian terceletuk kembali “Ah ya, di Indonesia, kami menyebutnya sebagai lebay”. “Quoi? Le bay?”, dia menjawab. “Ya, asal kata dari berlebihan dalam bahasa kami”, saya menjelaskan.

Silahkan tengok arti kata lebay dan contoh penggunaannya dalam Indo-Argo Dictionary:

Le.bay

Adj. has the quality of being excessive, usu. refers to a story, personality or personal appearance. This word first sprung around year 2007-2008. Can either refer to a drama queen, someone who is constantly jayus, or anyone else who has the habit of taking things to an excessive effect.
Examples:
Gue enggak pernah ketemu orang selebay loe (least formal usage)
Aku tidak pernah ketemu orang yang terlalu berlebihan seperti kamu (most formal usage)
I’ve never met anyone as excessive as you are (definition in English)

Dahulu saya berfikir bahwa lebay itu hanya ada di Indonesia. Ternyata tidak. Lebay merupakan kondisi dimana seseorang memberikan ukuran berlebih dari semestinya. Lebay bisa menjadi lucu dan menyenangkan, namun ada kalanya membingungkan. Seperti ketika seseorang berujar “Aduh aku capek sekali pangkat 10”. Bagaimana bisa parameter kelelahan disandingkan dengan simbol matematis ? Saya tidak bisa membayangkan penulisan kata tersebut menjadi “capek10”.

Lebay bisa juga menjadi menyebalkan dan menimbulkan salah paham seperti ketika seseorang memberikan respon berlebihan terhadap pertanyaan seseorang. Atau, ketika nasionalisme menjadi berlebihan dan tidak lagi rasional. Yang terakhir ini dapat dilihat ketika seseorang tersinggung manakala seorang asing meminta penjelasan kenapa negeri kita tidak maju, misal.

Namun, sesungguhnya saya percaya bahwa manusia itu pada dasarnya tidak lebay. Sama seperti saya percaya bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Lebay merupakan pilihan. Lebay bisa digunakan untuk menarik perhatian. Lebay pada umumnya digunakan oleh pemuda-pemudi yang galau dan lebih dikenal sebagai alay. Lebay bukan pula penyakit menular dan tidak diturunkan pada generasi selanjutnya. Lebay bisa digunakan siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Namun, jika lebay sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi dekat dengan sifat paranoid.

So, keep calm, jangan lebay.

Sumber gambar : http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/

Riza-Arief Putranto, 26 Juli 2013.

4 thoughts on “MANUSIA ITU PADA DASARNYA TIDAK LEBAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s