SUMBANGSIH UNTUK INDONESIA MELALUI PROGRAM BANTUAN PENDIDIKAN DARI PELAJAR UNTUK PELAJAR

Liputan Khusus Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68, 17 Agustus 2013.

Ketika kita lanjut studi ke luar negeri, acap kali banyak pihak berharap banyak akan kontribusi kita kepada negeri yang bernama Indonesia itu. Apa yang bisa kita sumbangkan selama masa studi dan setelahnya. Bagi sebagian orang hal tersebut menjadi beban, namun bagi sebagian yang lain bisa saja acuh tak acuh. Sebuah pepatah yang mengatakan “janganlah kau tanyakan apa yang sudah negara berikan padamu namun apa yang bisa kamu berikan ke negara” memang dapat diartikan banyak.

Kenapa kita harus memberikan sesuatu kepada negara ? Menurut saya, pertanyaannya bisa dibalik. Kenapa kita mengingat dan merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus ? Bukankah itu merayakan “ulang tahun”  sebuah negara? Sadar tidak sadar, suka tidak suka, jika kita lahir di Indonesia, maka jati diri pertiwi itu memang menempel di diri kita. Setiap kebaikan dan keburukan yang kita tunjukkan merefleksikan negeri pertiwi.

Dari Prancis, sumbangsih untuk negeri tersebut berwujud sebuah program bantuan pendidikan bernama “Belajar Bersama Bang AFIM” yang lahir dari gagasan sederhana rekan-rekan pelajar di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Montpellier. Bantuan pendidikan tersebut dikhususkan kepada adik-adik mahasiswa tingkat Sarjana di Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia yang memiliki motivasi tinggi namun kurang beruntung dalam hal ekonomi. Percaya tidak percaya, ide tersebut muncul dari sebuah diskusi ringan di sebuah café kecil di sudut kota Montpellier pada musim dingin tahun 2009. Antusias rekan-rekan disertai dukungan dua asosiasi yang bergerak di bidang sosial dan humaniter yakni Amicale Franco-Indonésienne de Montpellier (AFIM) dan Assistance Humanitaire Internationale (AHI) membuat realisasi mimpi rekan-rekan di Montpellier ini menjadi nyata. Tak lupa dukungan dari semua masyarakat Indonesia di Prancis, termasuk PPI Prancis yang merupakan payung induk PPI wilayah di Negeri Napoleon ini.

Penyerahan SertifikatProses penyerahan sertifikat beasiswa kepada salah satu penerima beasiswa tahun 2010-2011, Misbahuddin yang dihadiri Bapak Mantan Atase Pendidikan Prancis, Dr. Sudradjat (kiri), Alumnus Prancis Dr. Siswanto (kanan tengah) dan Perwakilan Pengurus PPI Montpellier.

Program ini lauching kepada publik tahun 2010 setelah pematangan konsep sebelumnya. Rasa pesimistis tentu saja hinggap di benak segelintir pengurus PPI Montpellier yang jumlahnya hanya 5 orang kala itu. Di luar dugaan, ratusan mahasiswa S1 dari seluruh negeri mendaftar dan mengirimkan berkas yang semua dikelola via online. Mendadak kelima pelajar ini menjadi sibuk melakukan seleksi dan verifikasi dokumen. Lelah, namun bahagia. Yang unik dari bantuan pendidikan ini, meski jarak membentang antara Prancis-Indonesia, proses wawancara dilakukan secara langsung oleh sahabat-sahabat dan alumnus Prancis yang ada di Indonesia. Program yang berbau kekeluargaan ini telah menarik ratusan kandidat tiap tahunnya dan bersaing untuk mendapatkan beasiswa ini. Hal tersebut memperlihatkan antusias luar biasa dari adik-adik mahasiswa di tanah air yang memiliki dorongan kuat agar menyelesaikan studi mereka.

Rasa syukur harus dipanjatkan kepada Tuhan YME karena tahun ini, program bantuan pendidikan ini telah menyelesaikan tahun ketiganya. Program ini terus eksis dengan pengurus PPI Montpellier yang berganti tiap tahunnya. Penerima beasiswa tersebar dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua dan berjumlah total 29 orang. Sebagian dari mereka telah menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Sebagian mendapatkan peluang untuk pertukaran pelajar ke luar negeri berkat prestasi yang gemilang. Tiada hal yang lebih indah yaitu melihat tanaman yang kita tanam berbuah. Tiada hal lebih melegakan bahwa ternyata uluran beasiswa kecil ternyata mampu menghasilkan calon pemimpin negeri di masa yang akan datang.

Tentu saja bukan bangsa lain yang akan memikirkan masa depan Indonesia, akan tetapi semua rakyat Indonesia. Dirgahayu Indonesia, Dirgahayu Zamrud Khatulistiwa ! Semoga dikau tetap berkilau lebih terang dan lebih lagi.

Informasi lebih lanjut tentang Program Beasiswa “Belajar Bersama Bang AFIM” bisa mengunjungi situs resmi PPI Montpellier disini.

Riza-Arief Putranto, 16 Agustus 2013.

8 thoughts on “SUMBANGSIH UNTUK INDONESIA MELALUI PROGRAM BANTUAN PENDIDIKAN DARI PELAJAR UNTUK PELAJAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s