BANGGA JADI PELAJAR YANG BERJUANG

Anda sedang menuntut ilmu di luar negeri? Di sebuah Universitas yang bahkan namanya tidak pernah terdengar sebelumnya? Di sebuah negara di ujung Skandinavia atau di selatan Eropa dengan fenomena eksotis bahasa Prancis dan Spanyol yang menggoda? Dimanapun itu, banggalah menjadi pelajar yang sedang berjuang.

Dari lingkup negara dimana saya berada, saya sering bertemu generasi muda yang jenius, bersemangat dan pantang menyerah. Sejak 5 tahun terakhir, banyak kisah inspiratif yang membuat saya bertahan, bersabar dan bersemangat di ranah negeri Napoleon ini. Mulai dari bertemu sahabat seperjuangan seperti Maria hingga mengikuti kompetisi karya ilmiah bersama seorang Made Andi yang memiliki segudang prestasi itu. Tentu masih banyak yang lainnya yang membanggakan, yang tidak bisa saya sebut satu per satu.

Saya tinggal di kota kecil bernama Montpellier, di selatan Prancis. Kota dengan logat bahasa Prancis cukup nyeleneh. Selama tinggal disini berganti-ganti pula sahabat dan kawan yang saya temui. Kali ini saya hendak bercerita mengenai seseorang yang cukup saya kenal, berinisial “Sumi”. Nama aslinya tidak saya ungkap, namun bagi yang mengenal inisial beliau pasti akan tersenyum simpul. Sumi adalah sahabat yang saya temui di stasiun kereta Saint Roch di Montpellier dua tahun yang lalu. Saya menjemput dia, bersama seorang rekan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Montpellier. Wajahnya yang lusuh dan terlihat haho (red. rada nge-hang) itu menjadi ciri khasnya. Datang di musim panas dan memakai jaket tebal adalah hal aneh yang saya lihat dari dirinya waktu itu. Duduk di sebuah café di sudut kota, saya melihat wajah cemas dan bahasa prancis pas-pas an yang masih mencoba untuk disempurnakan oleh seorang Sumi. Sumi datang untuk melanjutkan studi jenjang Master di sebuah universitas negeri di Montpellier.

Memiliki tanggal lahir yang sama, sepertinya saya dan Sumi ditakdirkan jadi sahabat “gojek kere” (bahasa jawa, berarti teman becanda). Namun, saya dan Sumi memiliki kepribadian yang berbeda. Sumi adalah seseorang yang pesimis. Semua itu bisa dipahami, ketika kesulitan demi kesulitan menghampirinya di tahun pertama kuliahnya. Mulai dari kesulitan berbahasa Prancis yang membuat Sumi dijauhi rekan-rekan sekelas, hingga satu dua insiden rasisme. Puncaknya adalah ketika Sumi ditinggal pergi selamanya oleh sang istri. Sebuah ujian yang sungguh berat yang membuat Sumi hendak melemaskan bahu dan menyerah. Sumi lulus tahun pertama studi Master-nya dengan nilai pas-pas an mendekati tidak lulus. Anda bisa saja tersenyum, namun bagi mereka yang menjalani studi Master di Prancis, pasti mengerti sulitnya mengikuti perkuliahan dalam bahasa non Anglophone.

Adalah semangat dan keinginan untuk menyelesaikan apa yang dimulai, yang membuat Sumi memutuskan kembali pada tahun kedua. Kali ini dia datang dengan mental yang berbeda. Malam pertama kehadirannya di Montpellier, Sumi menginap di apartemen saya. Sinar matanya berbeda dari tahun sebelumnya. Walaupun demikian, tahun kedua berjalan, bukan tanpa masalah. Dari mulai, kebiasaan tidurnya yang luar biasa menyulitkan untuk belajar hingga sering mendapatkan kritik dari pembimbing tesis. Kondisi di kampus masih sama, terisolir dan minim sahabat Prancis untuk bertanya atau berbagi materi perkuliahan.

Puncaknya adalah ketika Sumi pulang ke Indonesia untuk magang dalam rangka penelitian tesis. Beasiswa yang terpotong dari Pemerintah Prancis karena alasan pulang ke negara asal tidak membuat Sumi patah arang. Akan tetapi, Sumi tertunduk lesu ketika penelitian di Indonesia tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, boleh dikatakan terancam gagal. Sumi kembali urung niat untuk kembali ke Prancis, namun dorongan sahabat-sahabatnya membuatnya berniat menyelesaikan semua. Amarah pembimbing tesis pun tidak digubrisnya, dengan niatan pasti untuk terus berusaha dan berusaha.

Jika ada kemauan pasti ada jalan” adalah peribahasa yang paling tepat menggambarkan keadaan Sumi sekembalinya dari magang. Penuh dengan kekecewaan, Sumi tetap berusaha untuk mengambil efek positif. Dengan hasil risetnya yang hampir gagal tersebut, dia mencoba untuk menyusunnya menjadi sebuah tesis yang baik. Dengan niat tulus hanya untuk menyelesaikan studi, maka Sumi maju mempertahankan tesisnya di harapan puluhan hadirin. Namun, siapa menyangka bahwa hasil akhir dari tesisnya mengejutkan. Sumi mendapatkan nilai tertinggi dan lulus sangat memuaskan. Ungkapan pertama yang saya dengar dari Sumi waktu itu adalah bahwa keberhasilannya seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Tiada hal yang lebih membanggakan selain mendapatkan kesuksesan setelah perjuangan demikian panjang. Pengalaman Sumi ini tentu saja menginspirasi kita semua. Mengingatkan bahwa kita harus bertahan selama proses menuju tujuan akhir. Sekali lagi, kita harus bangga menjadi pelajar yang berjuang, karena dibalik perjuangan itu menanti buah kesuksesan. Semoga kesabaran dan kekuatan selalu bersama kita.

Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/

Riza-Arief Putranto, 22 September 2013.

19 thoughts on “BANGGA JADI PELAJAR YANG BERJUANG

  1. Kisah yang mengharukan dan menyemangati. Kita kagum pada orang-orang hebat tapi sejatinya kita lebih banyak belajar dari orang2 biasa yang berhasil karena perjuangannya yang gigih seperti Sumi ini. Terima kasih Mas Riza atas tulisannya yang menyentuh.

    • Indeed Bli Andi. Perjalanan hidup itu seperti jalan raya, bertemu dengan orang-orang baru dan belajar dari mereka. Terima kasih sudah mampir, bli🙂

  2. Aku sekarang juga sedang tesis dan sedang berada di posisi Sumi, tertunduk lesu ketika hasil analisa riset gagal dan tidak memuaskan, bahkan terancam harus diulang lagi. Berbulan – bulan aku tidak mau ketemu pembimbing karena takut, tapi melihat kisah Sumi aku jadi tergerak. Terima kasih Sumi, terima kasih mas Riza

    • Senang sekali jika tulisan ini mampu menjadi penggerak Mbak Asih. Semoga Mbak Asih selalu diberikan kekuatan untuk terus bersemangat, dan diberikan kemudahan dalam riset-nya. Terima kasih kembali sudah menyempatkan mampir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s