BUDAYA PRANCIS : DARI NGAFE HINGGA MAKAN MALAM

Jumat malam kemarin saya bertemu rombongan guru berprestasi dari Indonesia yang sedang diberikan kesempatan untuk belajar bahasa Prancis di Montpellier. Mereka tertarik untuk mengenal Prancis dari segi budaya. Saya sendiri dikesempatan itu dihujani oleh pertanyaan tak kunjung henti hingga kewalahan untuk menjawab, namun dengan senang hati saya mencoba untuk merespon. Dari pertemuan tersebut, saya menangkap sebuah pertanyaan menarik. “Mas, budaya prancis yang paling terlihat di mata mas apa ya? Yang bisa membuat kita dekat dengan mereka”.

Saya berfikir keras, lalu teringat pada hal-hal sederhana yang sering saya lakukan bersama teman dan kolega Prancis. Beberapa poin berikut mungkin dapat menggambarkan sedikit dari banyak budaya prancis dalam hal menjalin hubungan sosial.

1. Ngafé

Nongkrong di café bisa menjadi salah satu cara termudah untuk menjalin pertemanan dengan orang Prancis. Saya banyak melakukan ini bersama rekan-rekan semasa studi Master. Dari sekedar minum kopi inilah obrolan ringan yang akhirnya mengarah pada pertemanan bisa terjadi. Dari kacamata saya, ngafé merupakan salah satu cara orang Prancis untuk melepas penat sehabis bekerja, kuliah, atau sekedar menikmati suasana kota. Biasanya café itu terletak di sudut kota yang menarik. Namun, selain ngafé, bagi mereka yang suka minuman keras dapat juga pergi ke bar.

2. Makan siang (déjeuner)

Bagi orang Indonesia, makan siang adalah hal biasa. Terkadang kita malah ingin makan siang secepatnya agar bisa kembali bekerja. Di Prancis, makan siang termasuk salah satu important meal dipandang dari segi kesehatan dan segi hubungan sosial. Bagi mereka yang sedang magang atau menjalani penelitian di lembaga penelitian atau Universitas Prancis tentu tidak asing dengan ajakan makan siang dari kolega (teman lab atau pembimbing). Beberapa kolega Prancis saya bilang makan siang adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan orang asing dan sebaliknya. Kenapa ? Karena ketika makan siang, diskusi diarahkan pada topik ringan disertai gurauan. Makan siang juga merupakan momen ketika kolega kita tidak dalam kesibukan kerja, tidak pontang-panting kesana kemari dalam aktivitas lab. Bagi kita orang asing, ini juga merupakan kesempatan untuk mengasah kemampuan berbahasa Prancis (bagi yang menginginkan).

3. Hangout dan jalan-jalan (sortie)

Ketika hubungan kita sudah cukup dekat, ajakan untuk hangout atau sortie adalah hal berikutnya. Yang dimaksud disini adalah kegiatan seperti nonton film di bioskop, bermain game interaktif, mengunjungi museum, nonton opera dan musik klasik atau makan malam di restoran. Statistik menyatakan bahwa nonton film di bioskop merupakan aktivitas paling diminati di Indonesia namun tidak di Prancis. Disini, banyak kegiatan kultural yang bisa dipilih seperti saya sebutkan sebelumnya. Percaya atau tidak, kegiatan tersebut menyenangkan. Ketika masih baru di Prancis, saya meremehkan kegiatan nonton opera, musik klasik atau game interaktif (gokart, bowling, laser game, dsb). Ternyata kegiatan tersebut sungguh menarik dan membuat kita menjadi lebih tebuka dan dekat terhadap orang Prancis dan sebaliknya.

4. Makan malam (dîner)

Makan malam di restoran termasuk dalam sortie. Namun yang saya maksud disini adalah undangan makan malam di rumah orang Prancis. Mengundang tamu untuk makan malam di rumah adalah hal wajar di Prancis. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ramah tamah dan silaturahmi ala Prancis. Tamu yang diundang biasanya membawa sebotol anggur, kado kecil atau kue-kue untuk dessert. Jangan dibandingkan dengan acara makan malam di Indonesia yang mungkin hanya sekitar 1-2 jam. Undangan makan malam ala français ini bisa berdurasi 5 jam. Undangan biasanya dimulai jam 19h dan berakhir tengah malam. Kenapa lama ? Acara makan malam biasanya dimulai dengan apéritif (minum anggur atau rosé, disertai cemilan asin) sambil ngobrol. Ketika makanan siap, para tamu duduk di meja dan memulai entrée (makanan pembuka) dengan makanan dingin seperti salada tau buah. Plat principal (menu utama) kemudian disajikan hingga menunggu semua tamu menyelesaikan makan mereka. Dessert merupakan makanan penutup yang biasanya manis seperti cupcake, île flottant, crème brulée dsb. Setelah dessert biasanya dilanjutkan dengan obrolan ringan sambil minum anggur. Tentu saja bagi mereka yang tidak mengkonsumsi minuman keras, akan mengambil jus atau minuman hangat (kopi, teh).

Banyak hal yang bisa kita petik dari beberapa budaya yang saya gambarkan diatas. Salah satunya adalah betapa mereka lebih mementingkan hubungan personal dibanding adding friend via socmed. Seorang sahabat saya lulusan Prancis hingga hari ini membawa budaya Prancis ke Indonesia yakni dengan mengajak setiap teman baru yang berkenalan via socmed untuk ngafé bareng. Tidak dipungkiri socmed sangat penting untuk komunikasi jarak jauh dengan sahabat atau keluarga di luar negeri.

Pesan moral : ketika kita tinggal di suatu tempat, jadilah bagian dari tempat itu. Menikmati dan mem-betah-kan diri, bisa jadi penting untuk ketenangan kita dalam menjalani studi.

Mari menggunakan filosofi bunglon dan beradaptasi dengan baik.

Sumber gambar : http://media-cdn.tripadvisor.com/

Riza-Arief Putranto, 13 Oktober 2013.

4 thoughts on “BUDAYA PRANCIS : DARI NGAFE HINGGA MAKAN MALAM

  1. “ketika kita tinggal di suatu tempat, jadilah bagian dari tempat itu. Menikmati dan menjadi mem-betah-kan diri, bisa jadi penting untuk ketenangan kita dalam menjalani studi.”. Well, environment have big part to get some “cozy activites” monsieur?🙂

  2. mas.. prancis punya tari tradisional nggak?? kalo ada namanya apa??
    rencananya saya akan meneliti culture negara tsb khususnya tari tradisional. terimakasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s