MENGHUBUNGKAN TITIK DEMI MASA DEPAN

In life, it is all about connecting dots. Bad things happen in the past, you shall understand it later in the future”.

Sebuah kalimat yang kembali saya dengar hari ini ketika sebuah video pop-up muncul saat saya sedang browsing hal lain. Video Youtube dari Steve Jobs yang memberikan 114th Commencement speech di hadapan para lulusan Universitas Stanford pada tanggal 12 Juni 2005. Entah kenapa video tersebut muncul tiba-tiba. Sepertinya saya memencet tombol yang salah. Pikiran saya yang sedang penuh oleh hal-hal yang tidak saya mengerti, mendadak terpaku kepada video tersebut dan mendengarkan kembali apa yang CEO Perusahaan Apple ini sampaikan.

Opini saya masih sama seperti ketika pertama kali saya melihat video ini beberapa tahun yang lalu, “setiap orang hebat tidak dilahirkan hebat, tapi mereka yang memiliki perjuangan hebat di masa lalu, di tengah kesulitan dan hambatan yang terkadang membuat mereka hampir menyerah”. Kemarin, saya juga mendengar cerita dari sahabat-sahabat terkait berbagai kemalangan yang menimpa mereka, dari yang kecil dan sepele hingga yang luar biasa berat dalam pandangan kita sebagai manusia biasa.

Seorang sahabat bahkan kemarin posting  kalimat di wall Facebook-nya. Kalimat tersebut adalah :

“Tuhan tidak menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari yang selalu bersinar. Tapi ketahuilah, bahwa dia selalu memberi pelangi di setiap badai, tawa di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban dari setiap doa. Tetaplah bersyukur, badai pasti berlalu, seberat apapun masalah kita, dan setidak adil apapun dunia ini. Pasti ada alasan terbaik dari semua itu”.

Manusia memang memiliki kecenderungan untuk melihat lebih detil hal buruk yang menimpa mereka dan melupakan hal baik yang terjadi meskipun itu kecil. Boleh saya bilang sangat manusiawi, karena pada dasarnya kita tidak senang berada di kondisi yang tidak baik. Manusia pada umumnya ingin berada di zona nyaman. Ini adalah dasar kenapa manusia sering lupa untuk bersyukur.

Namun, sebagai manusia, cara kita memandang detil hal buruk, tidaklah pula buruk. Steve Jobs contohnya, menjadikan hal-hal buruk yang menimpa dirinya sebagai “connecting dots”, atau menghubungkan titik-titik (kejadian yang terjadi) untuk membentuk dirinya di masa depan. Tokoh-tokoh lokal seperti Merry Riana, Iwan Setyawan dsb adalah beberapa kepribadian yang bisa menjadi contoh kerasnya hidup dan perjuangan. Lihatlah dimana mereka sekarang.

Tapi, bagaimana kita tahu bahwa apa yang terjadi dengan kita di masa lalu akan berguna di masa yang akan datang ? Disitulah, yang namanya “percaya” harus datang. Apa gunanya kita hidup jika kita tidak percaya bahwa masa depan yang baik bisa dicapai ?

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backward. You have to trust that the dots somehow connecting your future. You have to trust (believe) in something. Believing that the dots will connect, gives you the confidence to follow your heart and that will make the difference”.

Menuliskan kalimat petikan tentu sangat mudah, namun menjalaninya tentu tidak mudah. Namun, saya percaya dengan menuliskannya akan menjadi pengingat setiap kali kita lupa. Sebagai manusia biasa, merasa lemah atau kecil itu wajar adanya. Entah bagaimana, itu akan menjadikan kita pribadi yang rendah hati. Bagi mereka yang sedang ditimpa musibah, galau dan sedih, mari berusaha untuk bersabar, bersyukur dan menghubungkan titik-titik tersebut untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber gambar : http://b.vimeocdn.com/

Riza-Arief Putranto, 18 November 2013.

2 thoughts on “MENGHUBUNGKAN TITIK DEMI MASA DEPAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s