PARA PEJUANG PENGUBAH NASIB

Apa yang ada di benak anda ketika ditanya apakah anda merindukan rumah? Apa yang dimaksud dengan rumah ? Dengan menggunakan bahasa Inggris kita akan lebih mudah memahaminya, yaitu perbedaan antara “a house” dan “a home”. Menurut saya pribadi, “house” merupakan rumah berwujud bangunan fisik dengan lantai, atap dan segala perabotan sementara “home” berarti rumah dengan anggota keluarga yang tinggal di dalamnya (istri, suami, anak-anak, dsb). “A home” dapat pula berarti tanah air, tempat asal atau tanah kelahiran. Jadi ketika seseorang bertanya “apakah anda rindu rumah?” itu dapat berarti dua hal : rumah secara fisik gedung atau rumah sebagai tanah asal.

Pertanyaan tersebut saya ajukan kepada seorang TKW dalam penerbangan dari Doha (Qatar) menuju Jakarta beberapa hari yang lalu. Wanita muda yang sudah berkeluarga tersebut berasal dari Tasikmalaya. Terlihat sangat santai dengan penerbangan internasional, saya menduga wanita tersebut telah terbiasa melakukan penerbangan ini. Berawal dari meminjam pulpen untuk mengisi kuisioner, akhirnya saya memulai dialog dengan wanita tersebut.

R : “Mbak, mau pulang ya? Maaf saya tidak sengaja melihat foto anak-anak di hp mbak, sepertinya dia sangat penting. Semoga saya tidak lancang”.
M : “Iya mas, gpp kok. Ini anak saya. Rindu sekali padanya dan keluarga. Saya mau pulang”.
R : “Oh, mbak sudah lama bekerja di Doha?”.
M : “Sudah 5 tahun mas. Demi keluarga”.
R : “Saya mengerti mbak, semoga lancar saja semua. Silahkan jika ingin beristirahat”.
M : “Oh gpp kok mas. Jarang ada orang menyapa saya, mungkin karena status saya”.
R : “Lho kenapa dengan status mbak?”.
M : “Ya mas tau sendirilah bagaimana status seorang TKI dilihat di Indonesia, walaupun saya resmi dari Dinas Tenaga Kerja”.
R : “Saya paham mbak. Tidak perlu risau, yang penting tujuannya mulia. Tapi memang saya melihat, banyak sekali rekan-rekan sebangsa setanah air di Bandara Doha tadi ya”.
M : “Tentu saja mas. Negara-negara di Timur Tengah adalah salah satu tujuan TKI kita”.
R : “Berapa lama mbak akan berada di Tasikmalaya?”.
M : “Kurang lebih sebulan. Walau saya sudah lama merantau dan cukup sukses, keluarga saya adalah rumah”.
R : “Oh begitu. Semoga bisa melepas rindu ya mbak. Bagaimanapun mbak adalah pahlawan devisa negara. Maaf jika saya tidak tahu menahu, saya orang luar mbak. Hanya sering baca-baca dari koran saja terkait segala pemberitaan tentang TKI”.
M : “Terima kasih mas. Saya sangat menghargainya. Bismillah semua demi keluarga, setiap bulan saya mengirim sebagian besar gaji saya untuk mereka. Mas-nya sendiri kerja apa sekolah di Doha?”.
R : “Saya hanya pelajar mbak, kebetulan domisili di Prancis. Yah, sama saja kok dengan mbak, demi merubah nasib saya meneruskan belajar. Saya ambil pulang untuk bertemu keluarga saya juga”.
M : “Wah, hebat mas-nya. Saya sedang berusaha mengumpulkan uang agar anak saya tidak bernasib seperti saya. Bismillah mas..”.
R : “Insya Allah, tentu saja mbak. Saya doakan semoga terkabul”.

Sepanjang perjalanan tersebut saya menyadari kira-kira 80% penumpang adalah WNI. Itu hanya satu kali perjalanan dari Doha menuju Jakarta belum yang lainnya. Kemungkinan besar mereka adalah para pejuang pengubah nasib baik yang bekerja, belajar atau berdagang. Saya baru menyadari sejak di Bandara Doha hingga perjalanan menuju ibukota mengenai betapa banyaknya orang Indonesia yang berusaha mengadu nasib dan merubah keadaan hidup. Mereka yang belajar berusaha memperbaiki keadaan intelektual atau karir. Mereka yang bekerja berusaha memperlebar pintu rezeki. Semua pada umumnya demi keluarga.

Manusia memang makhluk yang lagi-lagi unik. Berusaha merubah nasib merupakan salah satu bentuk adaptasi mencari kondisi yang lebih baik. Saya sangat mengagumi mereka yang berjuang demi sesuatu yang baik. Pastinya perjuangan itu akan berimbas positif di kemudian hari. Akhir tahun segera tiba, semoga tahun depan kita semua dapat menentukan resolusi yang lebih baik lagi.

Sumber gambar : http://ariflaksono.files.wordpress.com/

Riza-Arief Putranto, 21 Desember 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s