DIBALIK KEPERCAYAAN DAN KESEMPATAN DISITULAH PRESTASI BERADA

Di saat wawancara untuk sebuah pekerjaan, kalimat yang sering kita ucapkan adalah “Saya akan berusaha sebaik mungkin”. Kalimat itu biasanya kita keluarkan ketika pewawancara meminta “Apakah anda akan bisa memajukan perusahaan ini”. Disisi lain, seorang karyawan tentu saja mengharapkan kesejahteraan materi sebagai pendorong semangat agar bekerja sebaik mungkin seperti yang dia janjikan di awal tadi. Namun, terkadang kesejahteraan materi bukanlah satu-satunya pendorong kinerja yang baik.

Apa sih yang diharapkan seseorang dalam bekerja selain kesejahteraan materi? Bagi saya, itu adalah kepuasan intelektual seperti capaian yang bagus dalam bekerja, keberhasilan memimpin proyek, keberhasilan dalam tugas belajar. Saya sendiri termasuk pribadi yang percaya bahwa kesuksesan materi akan mengikuti kesuksesan intelektual. Kesuksesan intelektual sendiri wujudnya macam-macam. Sebagai dosen atau peneliti, tentu saja melanjutkan studi hingga jenjang yang lebih tinggi adalah salah satunya. Sebagai karyawan swasta, tentu saja training atau kursus keahlian dalam bidang tertentu bisa saja menjadi salah satu cara. Terkadang ketika kesuksesan materi hinggap terlebih dahulu, kepuasan intelektual menjadi kebutuhan sekunder dan tidak lagi primer. Terkadang semangat yang menggebu-gebu harus diredam oleh kompleksitas birokrasi, seperti keinginan untuk studi ke luar negeri. Pada intinya, mencapai kepuasan intelektual itu bukanlah tanpa usaha.

Dalam kaitannya dengan birokrasi, kita terkadang harus memberikan janji kepada siapapun yang bertanggung jawab meloloskan kita dalam usaha menggapai kepuasan intelektual. Janji tersebut adalah “Saya akan tunjukkan kepada bapak/ibu bahwa saya bisa” atau “Saya berjanji tidak akan mempermalukan perusahaan”. Mereka yang mengambil keputusan untuk melepas si pemegang janji adalah mereka yang menurut saya mengerti akan makna regenerasi. Mereka memberikan kepercayaan kepada si pemegang janji. Mereka memberikan kesempatan agar si pemegang janji membuktikan ucapannya. Dan dibalik kepercayaan dan kesempatan, saya yakin prestasi segera menyusul.

Seorang guru bela diri bernama Yip Man pernah berujar kepada muridnya yang mempertanyakan kehebatan ilmu bela dirinya, “Saya mungkin sekarang selalu mengalahkanmu dalam setiap duel, namun 20 tahun yang akan datang, saya yakin kamu bahkan bisa mengalahkan saya dengan 2 jari”. Membantu mereka yang muda dan membimbingnya menuju kesuksesan tidak hanya menolong mereka namun juga menolong diri sendiri. Lebih-lebih menolong bangsa kita yang sedang membutuhkan banyak tenaga muda yang memiliki intelektual tinggi dan kerendahan hati yang luar biasa.

Di dunia ini tidak ada yang abadi. Boleh saat ini kita berada di puncak karir, namun jangan lupakan jatuhnya karir dari ketinggian di usia senja kita. Boleh saat ini kita berpeluh keringat mencoba menggapai kesuksesan, namun jangan hapus keringat itu ketika sudah berada di puncak. Mari kembali mengingat janji kita semua, “Kita akan berusaha sebaik mungkin” (dalam hal apapun).

Sumber gambar : http://cynthiavenikalioe.com/

Riza-Arief Putranto, 18 Maret 2014.

One thought on “DIBALIK KEPERCAYAAN DAN KESEMPATAN DISITULAH PRESTASI BERADA

  1. Aw, this was a very good post. Spending some time and
    actual effort to generate a really good article… but what can I say… I put things off a lot and don’t seem to get
    nearly anything done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s