THE UNFORGETTABLE SIX YEARS

Perjalanan itu telah mencapai akhir. Itu yang saya pahami ketika tubuh ini terduduk di samping air mancur Préfecture de Montpellier siang kemarin. Ingatan saya kembali ke tahun 2008 dimana saya pertama kali tiba di Paris. Celana panjang jeans dengan motif kotak-kotak dan kaos berwarna hitam adalah pakaian yang saya kenakan saat itu. Terlihat lugu dan bingung, berada di sebuah negara yang terkenal dengan semboyan “liberté – égalité – fraternité“ itu. Mata ini kagum melihat betapa banyaknya bangunan unik khas Eropa dengan menara dan hiasan dinding berukir.

Montpellier, adalah kota dimana saya tinggal selama 6 tahun terakhir. Penghuni lokal disini sangat bangga dengan kota mereka yang dinamakan “la ville ou le soleil ne se couche jamais“ (kota dimana cahaya matahari tidak pernah terbenam). Sebuah slogan yang menyatakan hangatnya kota di Prancis selatan ini. Saya masih teringat pertama kali memasuki ruang kelas Université Montpellier 2, saat studi Master tahun pertama dahulu. Ingatan juga menuju saat dimana saya tertunduk lesu karena tidak mengerti apa yang telah disampaikan professeur di kelas. Masa adaptasi ini berlangsung lama hingga 7 bulan, hingga akhirnya saya cukup percaya diri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Prancis yang terkenal dengan cengkok-nya itu.

Tidak akan ada yang mengalahkan kenangan indah saya menemukan pasangan hidup di negeri Napoleon ini pada tahun 2009. Uniknya, itu semua berkat keaktifan di dalam perhimpunan penuh kekeluargannya PPI Prancis. Setahun kemudian, saya menikahi gadis yang hobi mengoleksi magnet kulkas dan sekarang menjadi wanita yang suaranya selalu saya dengar tiap hari di telpon.

Perjalanan dua tahun Master saya berlanjut. Sebuah beasiswa doktoral berhasil saya raih. Keberhasilan ini bukan tanpa resiko. Tentu saja, saya harus rela meninggalkan istri di Indonesia. Sebuah keputusan yang mungkin bagi sebagian orang tidaklah logis, namun inilah kenyataan. Di sisi lain, perpisahan ini juga menjadi pelecut semangat manakala saya sedang tidak dalam kondisi hati yang baik. Kita semua harus mengambil keputusan sulit dalam hidup. Beberapa kali ujian datang silih berganti untuk menguji keteguhan dalam menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Ujian terberat pernah saya lalui bersama istri. Sekali lagi, inilah resiko ketika sebuah keputusan telah diambil.

Prancis sudah seperti rumah kedua saya. Memasuki negeri ini setiap kali kembali dari liburan di Indonesia tidaklah asing. Hati ini senang, seolah-olah kembali ke tanah air. Banyak pengalaman yang saya peroleh dari negeri yang terkenal dengan sistem administrasi lumayan rumit ini. Banyak pertukaran pertemanan, kekeluargaan dan kolega yang telah saya lalui. PPI Prancis dan PPI Montpellier juga menjadi keluarga yang membuat saya merasa tidak sendiri. Mereka semua adalah calon-calon penerus bangsa di masa yang akan datang.

Pada tanggal 24 Juni 2014 lalu, perjalanan saya resmi berakhir. Sebuah gelar dari grade pendidikan tertinggi yang saya idamkan sudah digenggam. Dukungan dan doa dari banyak pihak membuat cerita 6 tahun ini sungguh indah. Saya boleh saja berbangga untuk semua capaian ini, namun pada akhirnya hubungan antar manusialah yang menjadi capaian terbaik. Hubungan sosial baik dengan rekan-rekan sejawat, seperjuangan dan rekan-rekan Prancis ini tidak akan pernah saya lupakan.

Selama 6 tahun terakhir ini, saya bersyukur telah diberikan banyak kado dalam bentuk bermacam-macam. Kado pengalaman, kado persahabatan dan juga kado pertukaran sains yang membuat saya menjadi “besar“. Sebuah kata-kata indah dari pembimbing sekaligus kolega saya menjadi kado terindah dari pengalaman bertahun-tahun ini.

“Cher Riza,

Kamu sudah memasuki dunia karet alam berkat disertasi S3-mu. Dunia ini memiliki cerita yang menarik namun sekaligus tragis. Sekarang tiba giliran kita untuk meneruskan tongkat estafet (riset) dan membuat dunia ini lebih baik. Selamat membaca. Pascal.“

Baron

Kata-kata “membuat dunia ini lebih baik“ mungkin terdengar cheesy, namun bukankah itu semua yang kita harapkan bukan? Semoga semua pengalaman dan pertemuan ini bermanfaat (terutama bagi pribadi) di masa yang akan datang. Saya mendoakan untuk mereka yang masih berjuang. Janganlah menyerah, karena sesuatu itu pastinya indah pada waktunya. Au revoir la France !

Riza-Arief Putranto, 4 Juli 2014.

9 thoughts on “THE UNFORGETTABLE SIX YEARS

  1. Cher Riza…
    Akh membaca tulisanmu membawaku terkenang tahun-tahun yang sudah lewat…
    terimakasih sudah setia mendengarkan dan berbagi cerita, semoga persahabatan tak lekang oleh waktu..

    Bon retour… dan selamat menghasilkan kloning Riza jr.

    • Chère Arie. Makasih ya sudah mampir. Semoga segera menyelesaikan studinya disana. Ditunggu di Indonesia untuk sama-sama berjuang di bidang masing-masing. Semoga persahabatannya tak lekang waktu🙂

  2. Likee. like like… satu milyar kali.. sukses selalu di mas depan M. Riza Putranto.
    Seperti biasa, saya tidak bisa mengungkap banyak kata.. tapi hati bisa rasa🙂 sukses selalu ya? dan Amitie..

  3. Pingback: PAST, PRESENT AND THE FUTURE | Chez Putranto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s