TEMAN HIDUP

 “A great relationship isn’t when a perfect couple comes together, but when an imperfect couple learns to enjoy their differences”.

Setiap orang menginginkan teman hidup. Kalimat tersebut mungkin terdengar memaksakan. Itu sebabnya saya menggunakan kata kerja “menginginkan”. Pada kenyataannya, beberapa diantara kita belum menemukan teman hidup tersebut meski telah berusaha mencari. Beberapa yang lain terang-terangan menyatakan tidak memerlukan teman hidup, meski mungkin mereka menginginkan dalam hati. Apapun pilihan orang dalam hidup, mereka sendirilah yang akan menjalani.

Untuk pribadi, saya mengakui menginginkan dan memerlukan teman pendamping hidup. Tidak hanya untuk kebutuhan-kebutuhan yang diberikan secara naluriah dan biologis kepada manusia, namun yang lebih utama adalah dukungan psikologis. Percaya atau tidak, kita semua memerlukan dukungan tersebut. Coba kita mengingat saat masih SMU, kita bergerombol dan membentuk geng kecil yang isinya teman-teman yang sehati. Saat kuliah, kita memiliki teman-teman dalam kelompok kecil atau besar yang sepaham dan seirama dimana kita tanpa sungkan mencurahkan hati. Marilah mengingat di setiap tahapan kehidupan kita dimana kita “selalu” memerlukan orang lain untuk berbagi.

Ketika ada seseorang yang bilang ke saya bahwa dia tidak memerlukan orang lain, saya kira jauh di lubuk hatinya dia malah mengungkapkan sebaliknya. Sepengetahuan saya, permasalahan pribadi soliter di Eropa telah menyeret mereka untuk melakukan tendensi suisidal alias bunuh diri. Beberapa diantaranya melompat ke depan kereta super cepat (TGV) yang melintas atau menegak minuman oplosan berbahaya. Kasus-kasus tersebut sampai saat ini masih menjadi permasalahan utama di negeri jauh sana.

Pada intinya, kita membutuhkan seseorang untuk menjalani kehidupan. Akan tetapi pada kenyataannya, mencari teman pendamping hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk sebagian dari kita. Sebagian lain seperti menemukan permata di jalan raya. Sebagian lain diuji bertemu teman hidup yang salah sebelum yang benar. Mencari teman hidup adalah pekerjaan yang menguji kesabaran kita semua. Pekerjaan tersebut tidak mengenal batas waktu. Terkadang kitalah yang membuat pekerjaan itu terasa sangat berat, hanya karena kita memberikan batas waktu berdasarkan batas waktu orang lain. Contoh paling sederhana adalah merasa tidak nyaman ketika teman-teman satu angkatan telah menemukan pasangan sementara kita belum. Padahal, sekali lagi, bagi saya hal tersebut bukanlah perlombaan.

Saya sendiri cukup “beruntung” menemukan teman pendamping hidup pada usia 29 tahun. Relatif terlambat di mata keluarga besar, namun tidak di mata saya. Bagi saya, dia datang di waktu yang tepat, setelah hati ini kembang kempis diuji ketegarannya di mata berbagai pendahulu sebelum dia. Segala sesuatu memang jarang yang berjalan sesuai yang kita inginkan. Kehidupan berjalan misterius. Saya percaya bahwa kita selalu diberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, karena keinginan terkadang berlebihan tanpa kita sadari.

Tahun ini, tidak ada lagi Kue Tidak Sempurna (red. Imperfect Cake). Setiap hari yang saya jalani kini sudah lengkap. Saya dan teman pendamping hidup telah menjalani 4 tahun ini dengan segala lika-likunya. Tanggal 26 Desember 2014 kemarin, saya berdoa agar kami senantiasa diberikan kelapangan dada dalam menerima apa yang hidup berikan kepada kami, mencerna dan menikmati semua serta berusaha menjadi pribadi yang saling memperbaiki. Kini, saya dan dia tidak lagi dipisahkan oleh benua. Tentu saat ini untuk menyelaraskan langkah akan lebih dinamis lagi.

Marilah berhenti memberikan batasan pada diri sendiri. Semoga mereka yang belum menemukan teman hidup segera dipertemukan dan yang sudah dipertemukan diberikan kemudahan untuk mempertahankan keindahan yang dimiliki. Tetap positif.

Sumber gambar: http://www.lovethispic.com/

Riza-Arief Putranto, 26 Desember 2014.

2 thoughts on “TEMAN HIDUP

    • Makasih Lely, aku doakan semua akan indah pada waktunya. Batu-batu cadas itu adalah proses untuk mendapatkan permata🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s