VICTORY LOVES PREPARATION

Amat Victoria Curam” merupakan peribahasa latin yang terkenal. Kalimat tersebut bermakna “Victory Loves Preparation”. Ide dari peribahasa tersebut sangat sederhana, yaitu jikalau kita menginginkan kemenangan atau kesuksesan, maka kita perlu mempersiapkan segalanya. Persiapan tersebut dinamakan “proses”, dan tidak seorang pun mengetahui berapa lama proses tersebut harus berlangsung. Mungkin pembaca pernah berada di dalam posisi yang sulit baik dalam studi atau karir yang membuat pembaca seolah ingin menyerah. Keadaan tersebut merupakan proses yang pada saat itu tidak akan mudah untuk kita mengerti. Sangat manusiawi bagi kita untuk mengeluh dan mempermasalahkan proses yang sedang berlangsung tersebut.

Hari ini, saya berangkat ke kantor tanpa firasat apapun. Sekitar akhir Desember lalu, saya diajukan mewakili kantor untuk menjadi kandidat sebuah kompetisi antar peneliti di lingkup kantor pusat dimana saya bekerja. Kompetisi tersebut merupakan kegiatan tahunan untuk memacu para peneliti muda lebih produktif dengan menilai mereka dari kinerja terutama terkait riset dan publikasi. Proses penilaiannya pun sepertinya berlangsung panjang. Dan sore hari tadi, dalam Rapat Koordinasi, hasilnya telah diumumkan dan saya ditetapkan sebagai Peneliti Muda Peringkat I tingkat kantor pusat.

RPN 2

Hasil yang menyenangkan untuk saya dan keluarga pada khususnya dan lingkup kantor dimana bekerja pada umumnya. Untuk capaian ini, saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan peneliti senior yang telah mendukung dan membimbing sehingga segala sesuatunya berjalan baik. Tak lupa ucapan terima kasih untuk doa dan dukungan dari rekan-rekan peneliti junior, teknisi dan penunjang. Seluruh hadirin di ruang rapat tersebut memberikan ucapan selamat untuk saya. Beberapa pendapat mereka saya tangkap, seperti kata-kata “pintar sih”, “ga heran”, “lulusan luar negeri sih” dan beberapa lainnya yang tidak mungkin saya sebut satu per satu.

Ketika saya melihat sertifikat yang saya terima, ingatan ini kembali ke masa 6,5 tahun yang lalu ketika saya masih penghuni kota Montpellier, Prancis. Masa-masa yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan. Saya teringat hari pertama duduk di kursi Université Montpellier 2 saat kuliah untuk pertama kalinya, saya menitikkan air mata tanpa diketahui orang lain karena sang dosen langsung memberikan kuis dalam bahasa Prancis dan saya tidak mengerti baik konten kuis tersebut serta tidak memahami apa yang beliau sampaikan. Saya teringat membutuhkan waktu 7 bulan untuk beradaptasi baik secara lisan (penggunaan bahasa) hingga culture shock. Dan, saya yakinkan itu bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Saya teringat pernah dirugikan oleh seorang professeur bahasa Inggris yang memberikan nilai rendah hanya karena saya bukan orang Prancis. Nilai tersebut bahkan mengancam saya tidak lulus Master tahun pertama, karena disyaratkan tidak boleh ada satu pun nilai “merah” di keseluruhan mata kuliah. Saya teringat pernah kehilangan seluruh material tanaman karet untuk eksperimen tesis Master tepat dua minggu sebelum defense. Hal tersebut mengancam saya tidak lulus Master tahun kedua, karena data penelitian menjadi tidak valid lagi. Saya juga teringat pernah mendapatkan musibah cukup hebat sehingga hampir menggoyahkan ritme masa S3 saya disana.

Namun sekali lagi, ibunda, istri dan keluarga saya yang menguatkan untuk terus maju. Saya harus menyelesaikan apa yang saya mulai. Di sisi lain, saya berkesempatan belajar dari seorang supervisor yang super duper strict dan perfeksionis. Pembaca dapat membayangkan tekanan-tekanan yang saya alami bersama supervisor yang malah sangat saya kagumi itu. Beliau mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang well-organized, yang terukur dan pandai memanfaatkan kesempatan namun juga jujur. Beliau memberikan setiap kesempatan kerjasama riset, presentasi mewakili tim riset, hingga memberikan kepercayaan kepada saya untuk menggantikan beliau menjadi keynote speaker dalam sebuah konferensi internasional. Saya yang masih “bau kencur” menyanggupi saja dengan keyakinan bahwa semua itu nanti ada hikmahnya.

Puncak dari karir saya di Prancis adalah dengan dianugerahi Prix Mahar Schützenberger 2014 yang mengkompetisikan rekan-rekan sesama mahasiswa S3 disana. Mulai dari hobi menulis rupanya membawa saya memiliki skill baik dalam forum ilmiah maupun populer. Alhamdulillah, tiga tahun terakhir ini setelah dihitung-hitung, total 18 publikasi ilmiah internasional dan nasional berhasil saya kumpulkan. Dan, capaian yang terakhir inilah yang mengantarkan saya meraih apa yang saya capai hari ini.

Untuk rekan-rekan yang masih dalam “proses”, bersabarlah. Suatu saat proses tersebut akan berbuah. Seperti yang saya alami hari ini, ini adalah buah dari proses 6 tahun lamanya. Jadi ya, victory loves preparation.

Riza-Arief Putranto, 28 Januari 2015.

16 thoughts on “VICTORY LOVES PREPARATION

    • Makasih Echy, bersyukur saja perjuangannya berbuah hasil. Dan, semoga dirimu dikuatkan untuk segera membuahkan hasil. Sukses dan lancar selalu untuk studi-nya🙂

  1. Felicitation… sukses selalud an ditunggu karya-karya berikutnya…
    yang bagian “pintar sih”, “ga heran”, “lulusan luar negeri sih” … dll nya bisa ditambahin “cantik sich”, “anak kesayangan bos sich”, “masih sigle sich”… dlll … jadi kayak ngaca

    • Makasih Arie atas support selama ini. Kata-kata itu hanya ujung atasnya, yang tidak disadari orang-orang terkadang adalah proses yang dilakukan. Semoga Arie bisa lebih sukses lagi🙂

    • Terima kasih Nur Ibrahim. Syukurlah jika tulisan sederhana ini bisa bermanfaat. Semoga Nur bisa menyusul dengan kesuksesan-kesuksesan di bidangnya🙂

  2. Ingat gak Za, sepuluh tahun lalu ketika aku memintamu menulis tentang cara belajarmu? Setelah dapat tulisanmu, aku bertanya-tanya, seperti apa Riza 10 tahun yang akan datang. Dan hari ini sampailah di sepuluh tahun yang kutanyakan. Kamu layak mendapatkan perhargaan itu semua. Ikut bangga. ^_^

    • Iya masih ingat. Alhamdulillah, ini sebenarnya pelajaran juga, dahulu aku tidak percaya bahwa jika kita tekun akan berhasil. Ternyata mengalami sendiri. Jadi, untuk teman-teman yang masih muda, bertekunlah niscaya akan berhasil🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s