BADUT

Matahari bersinar terang memberi spektrum biru pada langit Montpellier sore itu. Suasana di Place de la Comédie sungguh hiruk-pikuk. Orang-orang berduyun-duyun meramaikan pusat kota di selatan Prancis ini. Saya tengah berada di depan patung Trois Grâces yang selalu menjadi meeting point untuk mereka yang janjian dengan keluarga, sahabat atau kolega. Lihatlah, orang-orang tersebut yang setiap beberapa detik menengok handphone-nya. Saya termasuk kelompok mereka yang tengah menunggu seseorang.

Pada saat menunggu, pandangan saya beralih ke arah tengah dari keramaian dan melihat seorang badut tengah beraksi. Dia berdiri di tengah-tengah Place de la Comédie dan mencoba mengganggu orang yang lewat. Seorang gadis cantik berjalan melewati badut tersebut. Sang badut mencoba untuk mengejar dan mengganggu gadis tersebut dengan melemparkan ular karet mainan. Sang gadis berteriak-teriak sambil tertawa. Sepertinya dia geli dengan kelakuan sang badut. Di kesempatan lain, sang badut melambaikan tangan kepada anak kecil yang sedang digandeng ibunya, membuatkan origami sederhana dan anak tersebut tertawa riang. Sang ibu berterima kasih kepada sang badut dan memberikan sedikit imbalan. “Lumayan untuk membeli kebab”, mungkin demikian pikir sang badut.

Tak berapa lama kemudian, seorang pria dengan setelan jas rapi berdasi melewati sang badut. Lagi-lagi, sang badut berusaha mengejar sang pria dan menjahilinya dengan menarik-narik jasnya. Sang pria terkejut dan mendadak marah. Sang badut menjelaskan bahwa dia hanya jahil dan berusaha membuat sang pria tertawa. Alih-alih luruh emosinya, sang pria malah menghardik sang badut dan melemparkan koin ke bagian tubuh sang badut. Sembari menggerutu, sang pria pergi meninggalkan sang badut. Sang badut terlihat sedih. Sejenak dia berhenti menjadi badut. Sang badut mengambil koin yang jatuh ke tanah sembari menggelengkan kepala.

Entah kenapa, saya tergerak untuk menghampiri badut tersebut. Saya bertanya apakah ada yang luka. Sang badut tersenyum dan menimpali bahwa dia tidak apa-apa. Sang badut berterima kasih atas perhatian yang saya berikan. Air mata sang badut menetes. Saya kembali menanyakan, “Jika memang tidak apa-apa, kenapa anda menangis?”. Sang badut berujar, “Saya hanya sedih. Mungkin dibanding mereka yang bekerja di kantor, saya hanyalah badut jalanan. Tapi saya sadar, bahwa saya memang ditakdirkan berperan menjadi badut. Berusaha untuk membuat orang tertawa di tengah kesedihan mereka. Terkadang saya merasa bahwa peran saya malah menyakiti orang”.

“Tapi, anda berhasil membuat gadis dan anak kecil tadi tersenyum bahagia. Anda gagal membuat sang pria tersenyum. Begitulah hidup. Saya tidak tahu harus berkata apa, namun sering kali niat baik tidak selalu ditanggapi baik oleh orang lain. Bahkan mereka terkadang malah menginginkan kita celaka. Tapi saya banyak belajar dari anda yang tetap menjadi badut selama ini. Anda bertahan dari sebagian orang yang memarahi dan mencemooh anda. Anda tahu bahwa senyuman dan tawa dari mereka yang mengapresiasi anda, jauh lebih berharga dibanding 1-2 seringai dan amarah dari mereka yang salah tafsir”.

Tak berapa lama, dia melanjutkan tugasnya “mengganggu” orang yang lewat dan berusaha membuat mereka tertawa. Saya jadi berfikir kembali. Betapa mulia tujuannya. Bayangkan kita pulang dari kantor dan membawa berbagai masalah setumpuk. Tanpa harus membayar mahal, badut tersebut hadir untuk mencoba meringankan sedikit beban kita. Luar biasa. Sang badut menengok dan bertanya, “Anda dari mana?”. “Indonesia”, dengan lantang saya menjawab. “Merci Jakarta !”, ujar sang badut ceria. Anyway, saya tinggal di Bogor, tapi okelah tidak mengapa.

“Though the clown is a deadpan, he is connoisseur of laughter – Mel Gussow”

Sumber gambar : http://www.seemsartless.com/

Riza-Arief Putranto, 25 September 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s